Beranda > Peluang Bisnis > Peluang Bisnis Kemitraan Kuliner

Peluang Bisnis Kemitraan Kuliner

Daging ayam sudah jamak menjadi bahan baku aneka macam masakan. Walaupun begitu, sepertinya masyarakat tidak pernah bosan dengan makanan berbahan baku daging ayam. Mau bakar, goreng, di sate atau di bumbu apapun tetap saja laku di pasaran.

Pasarnya yang lebar inilah yang membuat Chicken Roasten (CR) menawarkan waralaba ayam bakar. Perusahaan asal Jakarta ini berdiri sejak 2 tahun lalu dan saat ini sudah memiliki 5 outlet, 4 di antaranya adalah milik mitra. Manajemen CR menargetkan menambah satu gerai lagi hingga akhir tahun ini.

Jufri, pengelola PT CR Indonesia, mengatakan, prospek bisnis penjualan ayam bakar sangat bagus. Apalagi makanan ini menjadi santapan favorit di kawasan perbelanjaan dan kampus. “Pusat perbelanjaan dan kampus memang menjadi target lokasi Chicken Roasten,” katanya.

CR menawarkan paket investasi Rp 130 juta. Investasi itu untuk biaya lisensi kerja sama, training karyawan dan pengenalan produk senilai Rp 50 juta. Sisanya Rp 80 juta untuk peralatan lengkap dan bahan baku awal. Mitra nantinya juga memperoleh meja, kursi serta dekorasi ruangan.

Menurut Jufri, seluruh bahan baku dikirim dalam bentuk beku alias frozen food agar kualitasnya terjamin.

20 bumbu rahasia

Jufri mengklaim rasa ayam bakar Chicken Roasten memiliki keunggulan dan berbeda dengan ayam bakar lain, “Itu karena kami menggunakan 20 bumbu tradisional yang kami kembangkan sendiri,” ujarnya. Selain ayam bakar, CR juga menjual menu lain, seperti pindang, soto, dan pempek.

Aneka menu itu, menurut Jufri dimaksudkan untuk menjangkau konsumen lebih luas. Apalagi segmen pasar yang coba di raih oleh CR adalah konsumen tingkat menengah, seperti halnya pelajar dan mahasiswa.

Rentang harga makanan di CR juga disesuaikan dengan kantong mahasiswa dan pelajar, yaitu Rp 6.000-Rp 23.000 per porsi. “Jika dirata-rata harga makanan Chicken Roasten Rp 15.000 per porsi,” kara Jufri.

Omzet tiap gerai sangat ditentukan lokasi. “Namun jika dirata-rata omzet per bulannya mencapai Rp 75 juta,” kata Jufri. Jika benar omzet sebesar Rp 75 juta per bulan tercapai, terwaralaba bisa balik modal dalam 6 bulan.

Mulia, terwaralaba Chicken Roasten yang membuka gerai di kisaran Pasar Baru, Jakarta, telah membuktikan bahwa target balik modal itu bisa dicapai. Perempuan 28 tahun ini bergabung dengan Chicken sekitar 2 tahun lalu. Saat itu, dia menanamkan investasi sekitar Rp 100 juta. Dan, dalam waktu 6 bulan, seluruh investasi itu sudah kembali. Menurut Mulia, dia bisa cepat balik modal karena lokasi gerainya strategis dan sesuai dengan target pasarnya.

Selain itu, Mulia juga meraih sukses lantaran masakan yang dia jual tidak monoton. “Saya selalu menghadirkan menu baru tiap dua bulan sekali. Ini untuk menghindari kejenuhan pelanggan,” katanya. Ya, Chicken Roasten memang mengijinkan mitranya membuat menu baru sendiri atas persetujuan pusat.

Mulai menuturkan omzet nya berkisar Rp 2 juta-Rp 5 juta setiap harinya. Omzet tertinggi terjadi jika banyak pesanan katering untuk rapat. Dia juga menyediakan delivery order yang memungkinkan konsumen memesan ayam bakar untuk diantar ke rumah. Dengan keuntungan itu, Mulia berniat membuka gerai baru lagi dalam waktu dekat ini. (peluangusaha.kontan.co.id)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: