Beranda > Peluang Bisnis > Peluang Bisnis Kemitraan Kuliner Bebek

Peluang Bisnis Kemitraan Kuliner Bebek

Masakan berbahan baku bebek sudah jamak di negeri ini. Namun, masakan bebek khas Minangkabau, mungkin masih asing di telinga. Keistimewaan dari masakan bebek yang sering disebut bebek kapau ini adalah, cara memasak dan sambel ijo yang pedas luar biasa. Bebek tidak cuma digoreng, namun sebelumnya telah diungkep semalaman dengan bumbu tradisional Minang.

Rasa mantap inilah yang membuat Roni Eko Putra mencoba keberuntungan dengan membuka usaha bebek kapau. Apalagi bebek kapau termasuk menu favorit di sebuah rumah makan padang terkenal hampir 20 tahun. “Kami juga sediakan sambal yang kepedasannya sudah dikurangi,” ujarnya.
Tanpa sewa tempat

Setelah sukses melalui bendera Bebek Kapau, Roni mulai menawarkan kemitraan sejak 2009 lalu. Ia menawarkan beberapa paket kemitraan dengan nama UKM. Investasinya, ada yang Rp 15 juta, Rp 25 juta dan Rp 40 juta, tergantung jenis booth, apakah berbentuk L atau kotak.

Selain mendapat peralatan masak dan freezer, dengan investasi sebesar itu, calon mitra juga berhak memakai memakai nama Bebek Kapau selama lima tahun tanpa tambahan royalty fee. Juga, “Tidak perlu sewa tempat karena sistemnya kan bagi hasil. Sebanyak 20% untuk pemilik foodcourt dan 80% untuk mitra,” ungkap Roni.

Tak hanya UKM, Roni juga menawarkan paket mini resto dengan investasi sebesar Rp 75 juta atau paket reseller. Nilai investasinya sama: Rp 75 juta. Paket mini resto, selain mendapat peralatan, juga sudah termasuk biaya sewa tempat. Adapun paket reseller, berhak memakai nama Bebek Kapau seumur hidup, namun dibebani dengan royalty fee senilai Rp 25 juta per tahun mulai tahun kedua.

Saat ini, sudah ada lima gerai UKM di Bandung dan satu mini resto di Cipanas. “Paket kemitraan yang paling diminati adalah UKM Rp 15 juta, modalnya kecil dan balik modal cepat,” katanya.

Roni mengatakan, omzet usaha Bebek Kapau cukup lumayan. Salah satu mitra yang mengambil paket UKM dengan investasi Rp 15 juta mampu meraup omzet
Rp 500.000 sampai Rp 800.000 per hari. Adapun, mitra yang membuka gerai UKM dengan investasi Rp 25 juta mengantongi omzet sehari Rp 600.000 sampai Rp 1 juta. Kalau paket gerai UKM Rp 40 juta sanggup meraup omzet Rp 600.000 sampai Rp 1,3 juta. “Untuk UKM, dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun bisa balik modal,” ujar Roni.

Sementara, untuk mini resto, bisa mendekap omzet hingga Rp 2 juta per hari dengan asumsi balik modal 2 tahun. Omzet itu didapat dari total penjualan 30-50 porsi bebek dengan harga jual Rp 18.000- Rp 20.000 per porsi. “Mitra berhak menentukan harga sendiri, saya hanya menyarankan harga idealnya saja,” imbuh Roni.

Mitra juga boleh berkreasi dengan menggunakan daging lain, seperti ayam dan burung puyuh. Hanya saja, bumbu ungkep dan sambal harus tetap dari pusat untuk menjaga keaslian rasa.

Seminggu sekali, Roni akan memasok bahan baku bebek yang sudah diungkep berikut sambel ijonya yang nonjok di lidah. Bahan-bahan ini dalam bentuk beku sehingga mitra tinggal menggoreng dan memanaskannya saja.

Menurut Khoerussalim Ikhsan, konsultan wirausaha, tawaran Bebek Kapau punya prospek cerah. “Makanan tradisional jika dijual di luar daerah asalnya, bagus prospeknya,” ungkap dia.

Yang perlu diperhatikan, bagaimana memastikan suplai bebek secara kontinyu dan kualitas terjaga. Pemilik juga harus gencar berpromosi untuk meningkatkan branding, karena Bebek Kapau masih terdengar asing. (peluangusaha.kontan.co.id)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: