Beranda > Peluang Bisnis > Peluang Bisnis Penjualan Lampu HID

Peluang Bisnis Penjualan Lampu HID

Bisnis aksesori otomotif tak pernah sepi dari rezeki. Selain jok kulit dan perangkat audio, bisnis lampu xenon atau lebih dikenal HID, cukup menggiurkan. Selain lebih terang, lampu ini dapat mempercantik tampilan kendaraan.

Kilauan cahaya lampu mobil completely built up (CBU), seperti Toyota Alphard dan Harrier, bila diperhatikan secara seksama terlihat lebih terang dibandingkan dengan lampu-lampu pada kendaraan lain.

Terangnya cahaya itu berkat penggunan lampu HID (high intensity discharge) atau sebelumnya dikenal dengan istilah lampu xenon. Lampu jenis ini memiliki pencahayaan lebih terang dan tajam ketimbang lampu standar jenis halogen.

Tak heran, banyak pemilik mobil yang mengganti lampu standarnya dengan HID. Tren ini diungkapkan Didi, distributor utama HID Provision. Ia bilang, aplikasi lampu HID tak sekadar mempercantik tampilan kendaraan. Kekuatan pencahayaan yang dipancarkannya saat berkendara malam hari juga sangat bermanfaat.

Pergeseran tren lampu halogen ke HID mulai berlangsung sejak 2005 hingga saat ini. Bahkan, kini lampu HID juga banyak digunakan untuk sepeda motor. “Meski penggunaannya belum sebanyak mobil,” ujar Didi.

Pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat, baik mobil maupun sepeda motor, membuat bisnis penjualan lampu HID ikut naik. Menurut Didi, produknya sudah dikenal melalui promosi dari mulut ke mulut. Selain itu, promosi lain yang dilakukan dan cukup memberikan kontribusi adalah melalui jaringan internet. “Ke depan kami akan menyempurnakan lagi pemasaran lewat internet,” tandasnya.

Tak terlalu mengherankan bila Didi ingin menggenjot penjualan lampu HID dengan promosi di dunia maya. Pertimbangannya, komunitas otomotif dan penggila modifikasi mobil atau motor banyak berseliweran di jaringan internet.

HID Provision membuka toko di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta. Sebagai distributor utama di Indonesia, Provision cukup kebanjiran berkah atas peningkatan penjualan lampuh HID tersebut. Saban bulan, menurut Didi, pihaknya mampu menjual sekitar 200 set HID Provision berkapasitas 35 Watt di pasar domestik.

Harga per set dibanderol antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Untuk jenis HID Provision H4 Magnetic dijual dengan harga Rp 2,7 juta sampai Rp 3 juta. Perbedaan harga itu dipengaruhi oleh tingkat kelvin atau satuan temperatur yang mempengaruhi warna cahaya yang dihasilkan. “Dalam tiap produk sudah termasuk ballast dan kami menyediakan pemasangan di tempat,” ujarnya.

HID Provision sudah memasok hampir ke seluruh wilayah Indonesia. Sasaran utamanya adalah kota-kota besar di negara ini. Seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. “Kemarin kami baru mengirim barang ke Papua. Rata-rata pembeli kami adalah usaha bengkel,” ungkap Didi.

Trend HID juga diakui oleh Arthur, penjual lampu HID asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mengatakan, lampu HID memang tengah digandrungi para pemilik kendaraan, terutama mereka yang berusia muda. “Banyak yang pesan untuk modifikasi lampu mobilnya,” ujarnya.

Meski baru berjalan tahun ini, usahanya itu sudah mampu menjual sekitar 20 set lampu HID merek Nascar setiap bulan. Produk ini berkapasitas 35 Watt dan 55 Watt, dengan harga jual berkisar antara Rp 800.000 sampai Rp 1 juta untuk nongaransi dan Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta untuk garansi pabrik selama satu tahun. (peluangusaha.kontan.co.id)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: