Beranda > Tips Bisnis > Bisnis Waralaba Gagal karena Campur Tangan Terwaralaba

Bisnis Waralaba Gagal karena Campur Tangan Terwaralaba

Bisnis waralaba berjalan mulus jika sistem yang dibangun pewaralaba atau franchisor dipatuhi terwaralaba atau franchisee. Bisnis franchise yang baik memiliki sistem yang baik juga dan mudah diaplikasikan. Jika sistem yang baik dan mudah ini masih juga tidak membuahkan hasil manis, maka ada yang salah dengan Anda sebagai terwaralaba.

Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia, menuturkan pola usaha waralaba (franchise) sudah ajek, seperti yang diciptakan oleh pewaralabanya. Hal itu terlebih jika jenis usaha waralaba sudah terbukti sukses. Jadi, menurut Anang, terwaralaba hanya mengelola usaha sesuai keinginan pewaralaba, jangan mengubah sistem.

“Yang membuat usaha gagal adalah adanya tambahan pola.Owner (terwaralaba) campur tangan terhadap sistemfranchise atau produk yang sudah dibangun franchisor,” ungkap Anang kepada Kompas Female seusai peluncuran buku Prinsip Di Sini Senang, Di Sana Senang yang berisi perjalanan bisnis Es Teler 77, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Apapun bentuk usahanya, sebagai pengusaha, Anda memang harus terlibat langsung dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Anda boleh leluasa mengubah sistem usaha jika memiliki dan membangun bisnis sendiri. Namun, aturan dalam bisnis waralaba berbeda. Sebagai pemilik lisensi, Anda seharusnya tak perlu lagi mengutak-atik sistem yang sudah dibangun.

“Sembilan dari 10 produk yang berbeda dan saya luncurkan membuahkan kegagalan. Tidak mudah menawarkan produk baru ke pasar,” tutur Anang mencontohkan berdasarkan pengalamannya membangun bisnis di era 1980-an.

Risiko berbisnis memang tinggi dan hal ini masih berlaku hingga sekarang. Namun, bukan berarti masalah itu tak bisa diatasi atau diminimalisasi.

Anang melanjutkan, bisnis dimulai dengan trial and error hingga usaha sukses 100 persen. Tingkat kegagalan usaha baru masih tinggi, bisa mencapai 90 persen. Sementara itu, tingkat keberhasilannya tak mencapai 10 persen. 

Franchise memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi asalkan sistem dijalankan dengan benar tanpa campur tangan,” imbuh Anang yang menambahkan bahwa dalam lima tahun pertama, usaha waralaba mampu bertahan dengan tingkat keberhasilan 85 persen.

Jika ingin belajar berbisnis secara bertahap serta mengenali pola dan risikonya, maka Anda bisa memulainya dengan waralaba. Syaratnya, sekali lagi, jangan ikut campur atas sistem yang sudah matang dan tepercaya sukses mendatangkan keberuntungan. (female.kompas.com)

Kategori:Tips Bisnis Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: