Beranda > Info Bisnis > Menggali Peluang Bisnis dari Kebutuhan Ibu dan Bayi

Menggali Peluang Bisnis dari Kebutuhan Ibu dan Bayi

Ibu muda, terutama yang bekerja, identik dengan fashion. Tas menjadi bagian penting yang menunjang penampilan. Menciptakan tas fungsional, untuk menyimpan perlengkapan menyusui dan bayi, namun tetap gaya, menjadi peluang bisnis menarik bagi Febie Samatha Sakapurnama.

Dengan brand Cocopop Crafts, bisnis Febie fokus kepadadiaper bag. Konsepnya berbeda dengan tas bayi konvensional. Bisnis yang diluncurkan 2009 lalu ini, menyediakan semacam organizer bag, namun fungsional untuk ibu menyusui.

Sekilas dari tampak luar, tas buatan Febie berkesan stylishtak seperti tas bayi. Namun, jika dibuka isinya, satu tas bisa berisi popok, tisu basah, tiga buah botol, termos kecil, pakaian dan mainan anak, handuk. Belum lagi barang milik ibunya, seperti  ponsel misalnya.

“Produk multifungsi ini prinsipnya re-use, stylish, dan memenuhi kebutuhan ibu menyimpan perlengkapan bayi. Sesuai tagline ‘enjoy motherhood‘, ibu bisa menikmati masa parenting dan kebutuhannya terpenuhi. Bukan sekadar fungsi namun juga menyenangkan memiliki tas bayi stylish untuk ibu yang senang fashion,” papar Febie kepadaKompas Female di sela AIMI Breastfeeding Fair, Sabtu (15/5/2010).

Menurut Febie, tas perlengkapan bayi kreasinya, memiliki semangat mendorong orangtua untuk menikmati kebersamaan dengan anak-anak. Bukan sekadar bermaksud menarik pasar, namun semangat ini penting bagi Febie.

Selanjutnya, Febie menegaskan, orangtua perlu meluangkan waktu bersama anak-anak, kalau bisa tanpa pengasuh. Saat waktunya jalan-jalan misalnya. Ibu yang senang fashion, atau ayah yang sungkan membawa tas bayi konvesional, bisa lebih percaya diri dan nyaman dengan penampilannya. Kebutuhan inilah yang ditangkap Febie menjadi ide bisnis baru yang menjadi trendsetter produk wadah popok dan botol susu bayi.

Desain produk kemudian menjadi modal utama bagi ibu tiga putra ini. Keterampilan mendesain produk dan kreativitas seni memang sudah mengalir dalam diri Febie. Lulusan Jurusab Psikologi Universitas Indonesia ini, mengembangkan bakatnya dengan mengikuti kursus singkat di sekolah mode. Desain kostum menjadi ilmu baru yang dipelajarinya, kemudian dikembangkan sesuai minat dengan fokus kepada desain produk.

Sejak muncul ide berbisnis diaper bag sejak 2007 silam. Febie memberanikan diri mencipta produk berbeda. Gaya vintage, retro, klasik dan stylish diaplikasikannya dalam tas bayi.

“Dari riset pasar yang saya lakukan, trial-error dengan membuat sampel, tiga tahun lalu belum ada produk sejenis. Sekalipun ada, tetapi produk impor yang harganya sekitar 1 jutaan rupiah,” aku Febie.

Meski awalnya produk hand made dari Cocopop Crafts segmentasi pada kalangan tertentu. Namun tren yang diciptanya, membuat kreasi Febie semakin digemari banyak kalangan. Diaper bag dari Cocopop Crafts bahkan setahun ini sudah menjangkau konsumen di seluruh Indonesia, hingga Papua. Sejumlah rekanan dengan sistemreseller juga hadir di Yogyakarta dan Solo.

“Selalu eksis melalui pameran, serta menjual produk secara online, penting untuk branding,” ungkap Febie. Ia menambahkan karakter produk yang stylish membuat tas bayi bisa digunakan orangtua untuk keperluan sehari-hari. Desain produk Febie memang multifungsi, tak hanya untuk menyimpan popok, botol namun bagi ayah dan ibunya, bisa digunakan untuk tas kerja misalnya.

Bersiap meningkatkan produksi

Mengawali bisnisnya, Febie menyiapkan investasi Rp 20 juta. Dengan workshop miliknya di Pondok Gede, Jakarta Timur, Febie mempekerjakan empat karyawan bagian produksi.

Total produksi per bulan mencapai 100 tas dari berbagai varian dan motif. Febie memang tidak memproduksi masal. Produk hand made miliknya memang kental dengan kreasi desain dan variasi motif. Selain  kualitas dan fungsi, yang menjadi pertimbangan khusus mengapa produk Cocopop Crafts tidak diproduksi sistem pabrikan.

Produk tas dalam model travel bag, backpack, shoulder bag, tas multifungsi, hingga lunch bag, semuanya berfungsi menampung berbagai perlengkapan bayi. Kreasi ide ini diakui Febie semakin diminati pasar.

Dalam waktu satu tahun sejak peluncuran produknya, Febie sudah mulai berpikir menambah kapasitas produksi. Sistem reseller yang dijalankannya pun dikurangi sementara waktu. Saat ini Febie sedang menyiapkan dan mencari tenaga produksi yang memenuhi kriterianya. Jika kapasitas produksi bertambah, permintaan dari reseller bisa terpenuhi kembali dengan baik. Sistem online, konsinyasi di toko perlengkapan bayi, dan pameran menjadi pilihan pemasaran saat ini.

Produk dengan berbagai varian model ini dibanderol mulai Rp 120.000 untuk diaper wallet, hingga Rp 395.000 untuktravel diaper bag berukuran besar. Dari berbagai pilihan produk ini, Cocopop Crafts meraih omzet rata-rata Rp 15 juta per bulan.

Untuk setiap pembelian produk tas, Febie memberikan gratis alas popok (change mate). Alas untuk mengganti popok ini bahkan didesain multifungsi. Misalnya, digunakan sebagai alas saat anak belajar melukis misalnya.

Berbisnis kebutuhan ibu dan bayi bagi Febie, tak lepas dari desain yang memudahkan dan multifungsi. Ekplorasi ide kemudian menjadi bagian dari bisnis Febie. Produknya terus berkembang, mengawali dengan tas, hingga mencipta tren berbagai kebutuhan bayi lainnya. (female.kompas.com)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: