Arsip

Posts Tagged ‘Peluang Bisnis’

Peluang Bisnis Bisa Lahir dari Pasar

Desember 29, 2010 Tinggalkan komentar

Tak sedikit orang atau karyawan yang memendam keinginan berwirausaha. Banyak juga yang sudah siap secara finansial, tetapi masih juga belum menentukan pilihan bidang usaha apa yang sebaiknya dijalankan. Lantas apa yang menghambat Anda? Jika ternyata peluang usaha bisa datang dari mana saja, termasuk sejumlah pasar tradisional di Jakarta.

Yang perlu Anda lakukan adalah mencari informasi dan menyaringnya. Kesempatan bisa diciptakan bukan? Tentu saja dengan melihat kebutuhan pasar. Berbisnis musiman bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, pastikan Anda sudah lebih dahulu memetakan pasar dan meyakini produk yang akan Anda jual dapat menghasilkan dalam jangka waktu pendek.

Sejumlah pedagang sudah membuktikan ini. Seperti pedagang alat tulis dan kebutuhan sekolah musiman di Jakarta Selatan. Mengambil lokasi yang tak berjauhan dengan keramaian, di pinggir jalan utama Ciledug Raya, pedagang buku ini membuka kios sederhana dengan mobil bak terbuka yang berisi buku tulis dan ragam kebutuhan sekolah. Pedagang musiman ini selalu ramai dikunjungi para orangtua dan pelajar menjelang pergantian tahun pelajaran sekolah atau usai liburan panjang sekolah. Menyasar kalangan menengah yang mencari buku murah, nyatanya membawa berkah dari tahun ke tahun.

Serupa dengan pedagang buku ini, berjarak sekitar 10 menit berkendara, di pinggir jalan yang sama Kompas Femalejuga mendapati pedagang musiman. Kali ini, produknya adalah mainan anak-anak. Biasanya, seusai hari raya, kios sederhana beratapkan tenda ini ramai dikunjungi orangtua yang mengantarkan anaknya membelanjakan uang angpau Lebaran.

Peluang usaha seperti ini selalu terbuka lebar bagi siapa saja. Bahan bakunya juga bisa didapatkan dari berbagai sentra grosiran. Anda pun bisa menggali kesempatan bisnis musiman seperti ini dengan lebih jeli melihat kebutuhan pasar yang sifatnya musiman.

Lantas di mana Anda bisa berbelanja kebutuhan dengan harga murah dan untuk dijual kembali? Referensi pasar dari majalah IdeBisnis berikut ini bisa menjadi ide usaha untuk Anda:

Pasar Kebon Kembang, Bogor
Inilah sentra grosir sandal dan sepatu lokal. Pasar ini terletak di kawasan Pasar Anyar, tepatnya di Pasar Kebon Kembang Blok B Jalan Nyai Raja Permas. Posisinya tak jauh dari stasiun KA Bogor. Kira-kira apa yang bisa Anda gali dari sentra bisnis ini? Sebab, jangan salah, sebagian besar sepatu dan sandal lokal ini dipasarkan kembali di sejumlah pasar di kawasan Jabodetabek. Selain juga ke beberapa wilayah di seluruh Indonesia. Bahkan melalui pihak ketiga, produk lokal ini bisa ditemukan di beberapa negara seperti Afrika dan Arab Saudi.

Soal harga dan model produk, tak perlu khawatir, ragam variasi disediakan di pasar ini. Bagaimana tidak, terdapat sekitar 200 pedagang grosir sandal dan sepatu di pasar dengan bangunan dua lantai ini. Segmen produk alas kaki juga bervariasi mulai anak hingga dewasa, pria dan wanita. Meskipun kebanyakan adalah produk sandal dan sepatu untuk wanita.

Produk lokal ini dipasok dari 4.000 perajin dari Kabupaten Bogor, Cibaduyut hingga Bandung. Dengan segmen menengah bawah, harga eceran relatif murah dengan pembelian dalam hitungan kodi. Satu kodi biasanya berisi 20 pasang sepatu atau sandal. Untuk sepatu dan sandal anak, harga satu kodi berkisar antara Rp 200.000-Rp 400.000, tergantung bahan dan modelnya. Sedangkan untuk produk yang menyasar segmen wanita, kisaran harga mulai Rp 200.000-Rp 700.000, semakin tinggi kualitasnya semakin tinggi juga harga per kodinya. Sandal untuk pria dewasa satu kodi Rp 350.000-Rp 450.000 (kemasan plastik) dan Rp 400.000-Rp 500.000 (kemasan boks kardus). Sementara untuk sepatu pria, kebanyakan dijual satuan bukan grosiran.

Pasar Gembrong, Jakarta Timur
Bisa jadi pedagang musiman mainan di Jalan Ciledug Raya membeli barang dagangannya dari sentra mainan anak di Pasar Gembrong ini. Resminya, pasar ini bernama Pasar Gembrong Cipinang Besar Selatan (CBS), tetapi lebih populer disebut Pasar Prumpung di Jakarta Timur.

Pasar yang sudah berusia 30 tahun ini menjadi tempat belanja para pedagang mainan atau konsumen yang ingin membeli mainan anak dengan harga miring. Mainan yang dijual kebanyakan berasal dari China. Jenisnya beragam, mulai mobil-mobilan, robot, helikopter, bola mainan, kartu sampai dengan boneka barbie. Dari yang palsu sampai yang asli.

Deretan kios yang berada persis di pinggir jalan kebanyakan menjual barang eceran (satuan). Harganya bervariasi mulai Rp 20.000 hingga ratusan ribu. Kios yang terletak di bagian dalam pasar ini menjadi sentra mainan yang bisa dibeli dalam jumlah lebih besar atau grosiran. Mainan grosiran ini dijual per lusin (12 buah) dengan harga termurah Rp 33.500 untuk 12 buah robot plastik. Harga termahalnya adalah mainan senapan kokang Rp 260.000 per lusin.

Pasar Asemka
Tempat yang juga disebut Pasar Pagi Lama ini terkenal sebagai kawasan grosir di Jakarta yang menjual berbagai kebutuhan sarana olahraga. Sebut saja bola pingpong, bola kaki, basket, raket badminton, hingga peralatan senam.

Selain bisa dibeli dengan harga grosir, peralatan olahraga ini juga bisa dibeli eceran. Harga termurah Rp 5.000 hingga yang bernilai jutaan rupiah. Ragam kualitas produk dan harga tersedia di sini. Raket bulutangkis, misalnya, ada yang harganya Rp 15.000 untuk dua raket lengkap dengan senarnya, tetapi ada juga yang harganya Rp 300.000-Rp 400.000.

Sebagai tempat perkulakan, Pasar Asemka memang menguntungkan. Bola pingpong yang biasanya di luar dijual Rp 5.000 per satu bola, di Pasar Asemka, dengan harga dan merek yang sama bisa mendapatkan satu kardus berisi tiga bola.

Asemka juga dikenal sebagai pusat belanja alat tulis kantor (ATK) dan aksesori yang biasanya juga sebagai suvenir pernikahan.

Pusat Grosir Senen Jaya
Jam tangan trendi dengan harga murah bisa didapatkan di Pusat Grosir Senen Jaya (PGSJ). Lokasinya tertata rapi dan nyaman untuk berbelanja.

Variasi produk ciri khas pusat grosir juga dapat Anda temui di sini. Jam tangan seharga Rp 15.000 hingga jutaan rupiah bisa menjadi pilihan barang dagangan. Sekitar 100 kios menggelar dagangannya di pasar ini dengan berbagai pilihan jenis dan model jam tangan.

Cara transaksi berbeda di setiap kios. Anda bisa membeli grosiran dengan hitungan per lusin atau membeli satuan. Sebagian besar jam tangan yang dijual di PGSJ adalah buatan China. Kebanyakan orang menyebutnya KW satu. Kisaran harga Rp 120.000 per lusin, ada juga merek tertentu yang menjual dengan harga Rp 168.000 per lusin. (femina.kompas.com)

Peluang Bisnis di Kalimantan Terbuka Lebar

Desember 29, 2010 Tinggalkan komentar

Jika merasa pulau Jawa sudah semakin padat, kesempatan berbisnis juga terasa tak lagi menggairahkan, pernahkah Anda terpikir mencari peluang di luar pulau? Di Kalimantan, atau Palangka Raya tepatnya.

Pengalaman sejumlah pebisnis lokal maupun pemula yang ingin menjajal keberuntungan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bisa menjadi inspirasi.

Yemima Eka Ampung, perempuan muda pemilik wedding organizer (WO) di Malang, Jawa Timur, misalnya. Yemima mengaku tergerak untuk mengembangkan bisnis WO di Palangka Raya, kampung halamannya. Pengalamannya enam tahun tinggal di Malang, menyelesaikan kuliah sekaligus merintis bisnis jasa pernikahan, mendorongnya menggaet pasar lokal di daerah kelahirannya.

“Semua bisnis bisa berkembang di Palangka Raya. Laundry misalnya, dulu tak ada satu pun, tapi belakangan jadi booming. Begitu juga dengan WO, paradigma masyarakat bisa digeser dengan menjelaskan bahwa WO juga cukup penting untuk membantu pelaksanaan pernikahan,” papar Yemima kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu.

Menurut Yemima, daya beli masyarakat di Kota Palangka Raya cukup kuat. Kuncinya, pebisnis bisa menjelaskan mengapa produk atau jasa yang ditawarkannya penting. Informasi yang jelas dibutuhkan masyarakat agar tertarik dan merasa penting untuk mendapatkan barang dan jasa yang ditawarkan.

Ketertarikan Yemima merintis bisnis di kota kelahirannya memang tak lepas dari aktivitas yang membuatnya kembali ke Palangka Raya. Perempuan asli suku Dayak ini mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2010 mewakili Kalteng. Yemima pun berhasil masuk tiga besar, dan meraih predikat Runner Up II dari Kalteng. Prestasi yang membanggakan dan menjadi pengalaman berharga bagi wirausahawan muda ini.

Berbisnis di Palangka Raya juga memiliki prospek bagus menurut Fathul Anwar. Bahkan Fathul meyakini, Palangka Raya akan terus berkembang ke depannya.

“Jika ingin berbisnis sebaiknya dimulai sekarang saat masih berkembang, karena nantinya akan semakin ramai,” kata Fathul saat ditemui Kompas Female di tokonya di Jalan Batam, Palangka Raya.

Jalan Batam dikenal sebagai pusat kerajinan khas Kalimantan dan suvenir. Pelancong atau pengunjung yang singgah ke Palangka Raya pastinya akan menyempatkan datang ke pusat belanja ini.

Deretan toko menjual beragam produk khas Kalimantan, seperti tas atau dompet dari manik dengan warna khas seperti kuning, merah, hitam. Kaos dengan desain ukiran khas Dayak atau sarung tenun Kalimantan serta beragam kerajinan termasuk senjata khas seperti Mandau juga tersedia.

Bahkan Fathul mengatakan, peluang bisnis tak hanya terbuka di kota ini, tetapi pengusaha atau pengrajin juga membuka kesempatan bagi retailer yang ingin memasarkan produk khas Kalimantan di pulau Jawa.

Keunikan, makna, dan nilai seni dari produk kerajinan Kalimantan memang menjadi daya jual tersendiri.

“Ongkos kirimnya hanya Rp 20.000 per kilogramnya. Ini bisa menjadi peluang bisnis di Jawa dengan bermitra pengrajin di Kalimantan,” tutur Fathul.

Sekilas mengenal Palangka Raya memang tak seramai kota lain di Kalimantan atau di Indonesia. Namun, ketenangan Kota Cantik (terencana, aman, nyaman, tertib, indah dan keterbukaan) ini menyimpan banyak potensi dan kesempatan. Kegigihan dan kemampuan menangkap kebutuhan dan peluang penduduk lokal menjadi kuncinya. (female.kompas.com)

Menggali Peluang Bisnis dari Kebutuhan Ibu dan Bayi

Desember 29, 2010 Tinggalkan komentar

Ibu muda, terutama yang bekerja, identik dengan fashion. Tas menjadi bagian penting yang menunjang penampilan. Menciptakan tas fungsional, untuk menyimpan perlengkapan menyusui dan bayi, namun tetap gaya, menjadi peluang bisnis menarik bagi Febie Samatha Sakapurnama.

Dengan brand Cocopop Crafts, bisnis Febie fokus kepadadiaper bag. Konsepnya berbeda dengan tas bayi konvensional. Bisnis yang diluncurkan 2009 lalu ini, menyediakan semacam organizer bag, namun fungsional untuk ibu menyusui.

Sekilas dari tampak luar, tas buatan Febie berkesan stylishtak seperti tas bayi. Namun, jika dibuka isinya, satu tas bisa berisi popok, tisu basah, tiga buah botol, termos kecil, pakaian dan mainan anak, handuk. Belum lagi barang milik ibunya, seperti  ponsel misalnya.

“Produk multifungsi ini prinsipnya re-use, stylish, dan memenuhi kebutuhan ibu menyimpan perlengkapan bayi. Sesuai tagline ‘enjoy motherhood‘, ibu bisa menikmati masa parenting dan kebutuhannya terpenuhi. Bukan sekadar fungsi namun juga menyenangkan memiliki tas bayi stylish untuk ibu yang senang fashion,” papar Febie kepadaKompas Female di sela AIMI Breastfeeding Fair, Sabtu (15/5/2010).

Menurut Febie, tas perlengkapan bayi kreasinya, memiliki semangat mendorong orangtua untuk menikmati kebersamaan dengan anak-anak. Bukan sekadar bermaksud menarik pasar, namun semangat ini penting bagi Febie.

Selanjutnya, Febie menegaskan, orangtua perlu meluangkan waktu bersama anak-anak, kalau bisa tanpa pengasuh. Saat waktunya jalan-jalan misalnya. Ibu yang senang fashion, atau ayah yang sungkan membawa tas bayi konvesional, bisa lebih percaya diri dan nyaman dengan penampilannya. Kebutuhan inilah yang ditangkap Febie menjadi ide bisnis baru yang menjadi trendsetter produk wadah popok dan botol susu bayi.

Desain produk kemudian menjadi modal utama bagi ibu tiga putra ini. Keterampilan mendesain produk dan kreativitas seni memang sudah mengalir dalam diri Febie. Lulusan Jurusab Psikologi Universitas Indonesia ini, mengembangkan bakatnya dengan mengikuti kursus singkat di sekolah mode. Desain kostum menjadi ilmu baru yang dipelajarinya, kemudian dikembangkan sesuai minat dengan fokus kepada desain produk.

Sejak muncul ide berbisnis diaper bag sejak 2007 silam. Febie memberanikan diri mencipta produk berbeda. Gaya vintage, retro, klasik dan stylish diaplikasikannya dalam tas bayi.

“Dari riset pasar yang saya lakukan, trial-error dengan membuat sampel, tiga tahun lalu belum ada produk sejenis. Sekalipun ada, tetapi produk impor yang harganya sekitar 1 jutaan rupiah,” aku Febie.

Meski awalnya produk hand made dari Cocopop Crafts segmentasi pada kalangan tertentu. Namun tren yang diciptanya, membuat kreasi Febie semakin digemari banyak kalangan. Diaper bag dari Cocopop Crafts bahkan setahun ini sudah menjangkau konsumen di seluruh Indonesia, hingga Papua. Sejumlah rekanan dengan sistemreseller juga hadir di Yogyakarta dan Solo.

“Selalu eksis melalui pameran, serta menjual produk secara online, penting untuk branding,” ungkap Febie. Ia menambahkan karakter produk yang stylish membuat tas bayi bisa digunakan orangtua untuk keperluan sehari-hari. Desain produk Febie memang multifungsi, tak hanya untuk menyimpan popok, botol namun bagi ayah dan ibunya, bisa digunakan untuk tas kerja misalnya.

Bersiap meningkatkan produksi

Mengawali bisnisnya, Febie menyiapkan investasi Rp 20 juta. Dengan workshop miliknya di Pondok Gede, Jakarta Timur, Febie mempekerjakan empat karyawan bagian produksi.

Total produksi per bulan mencapai 100 tas dari berbagai varian dan motif. Febie memang tidak memproduksi masal. Produk hand made miliknya memang kental dengan kreasi desain dan variasi motif. Selain  kualitas dan fungsi, yang menjadi pertimbangan khusus mengapa produk Cocopop Crafts tidak diproduksi sistem pabrikan.

Produk tas dalam model travel bag, backpack, shoulder bag, tas multifungsi, hingga lunch bag, semuanya berfungsi menampung berbagai perlengkapan bayi. Kreasi ide ini diakui Febie semakin diminati pasar.

Dalam waktu satu tahun sejak peluncuran produknya, Febie sudah mulai berpikir menambah kapasitas produksi. Sistem reseller yang dijalankannya pun dikurangi sementara waktu. Saat ini Febie sedang menyiapkan dan mencari tenaga produksi yang memenuhi kriterianya. Jika kapasitas produksi bertambah, permintaan dari reseller bisa terpenuhi kembali dengan baik. Sistem online, konsinyasi di toko perlengkapan bayi, dan pameran menjadi pilihan pemasaran saat ini.

Produk dengan berbagai varian model ini dibanderol mulai Rp 120.000 untuk diaper wallet, hingga Rp 395.000 untuktravel diaper bag berukuran besar. Dari berbagai pilihan produk ini, Cocopop Crafts meraih omzet rata-rata Rp 15 juta per bulan.

Untuk setiap pembelian produk tas, Febie memberikan gratis alas popok (change mate). Alas untuk mengganti popok ini bahkan didesain multifungsi. Misalnya, digunakan sebagai alas saat anak belajar melukis misalnya.

Berbisnis kebutuhan ibu dan bayi bagi Febie, tak lepas dari desain yang memudahkan dan multifungsi. Ekplorasi ide kemudian menjadi bagian dari bisnis Febie. Produknya terus berkembang, mengawali dengan tas, hingga mencipta tren berbagai kebutuhan bayi lainnya. (female.kompas.com)

Taman Bacaan, Peluang Bisnis Menjanjikan

Desember 29, 2010 Tinggalkan komentar

Membaca adalah jendela dunia. Begitu kata orang bijak untuk memotivasi kita lebih mencintai buku dan gemar membaca. Memang dengan membaca kita bisa mengetahui segala informasi di dunia.

Kesadaran inilah yang membuat minat masyarakat untuk membaca makin besar. Sayang, masih banyak orang yang tidak bisa dan tidak mampu membeli buku bacaan karena tingginya harga buku. Selain itu, terlalu banyak buku, novel, dan komik yang terbit dan beredar menjadi alasan mereka keberatan dan membeli buku yang hanya akan sekali dibaca itu.

Karena kebutuhan inilah muncul peluang usaha penyewaan buku atau rental buku (taman bacaan). Fenomena ini tak hanya memberikan fasilitas bagi mereka yang suka membaca tanpa keluar banyak uang, tetapi juga memberi peluang bagi yang memiliki buku “menganggur” untuk disewakan. Anda berminat? Ini panduannya.

“How to Start
Untuk memulai usaha ini, Anda mesti menentukan dulu siapa yang dijadikan target pasar. Memang yang paling menjanjikan adalah kalangan mahasiswa dan para penggemar fiksi dan majalah. Pemilihan target menjadi pertimbangan Anda dalam menyediakan buku-buku yang akan disewakan nanti plus lokasi usaha. Jika targetnya mahasiswa, lokasi dekat kampus atau kawasan kos tentu akan lebih menguntungkan.

Tempat yang dibutuhkan untuk usaha ini sebenarnya tidak perlu terlalu besar. Dengan ruangan seluas 3 x 3 meter saja sudah cukup. Namun, lebih besar ruangan memang akan lebih baik, mengingat jumlah koleksi yang akan dipajang dari tahun ke tahun pasti akan bertambah banyak.

Setelah lokasi didapat, Anda bisa segera menghubungi penerbit untuk mencari stok awal barang. Dengan membeli langsung ke penerbit, kita bisa mendapatkan buku dengan harga lebih murah. Namun, jika penerbit sulit ditembus, Anda bisa mengambil alternatif dengan membelinya dari agen-agen yang pasti ada di setiap kota. Untuk melengkapinya, Anda juga bisa memasukkan koleksi buku-buku Anda yang tersimpan di rumah atau membelinya di toko-toko buku.

Kualitas Terbaik

Jika ada teman yang memiliki banyak koleksi dan ingin menitipkan bukunya, boleh juga diterima. Semakin banyak buku, akan semakin memperkaya koleksi taman bacaan Anda. Apalagi, usaha ini bukannya tanpa pesaing. Setiap tahun, penyedia rental komik dan novel selalu bertambah. Itu sebabnya, Anda perlu memikirkan strategi bisnis untuk membuat usaha ini terus berjalan dan memiliki banyak pelanggan.

Kunci sukses dalam usaha ini adalah kelengkapan koleksi komik, novel, dan buku-buku lainnya. Pasalnya, para penyewa pasti akan mencari tempat penyewaan yang terlengkap. Dengan semakin lengkap koleksi kita, semakin besar pula kemungkinan meraih pelanggan.

Anda juga bisa menyiasati dengan memberikan kesempatan untuk menjadi member atau anggota di taman bacaan. Beri iming-iming, jika menjadi anggota, para pelanggan akan mendapatkan keistimewaan tersendiri, berupa fasilitas diskon atau pemberitahuan adanya koleksi terbaru via SMS atau e-mail.

Selain itu, usahakan agar para pelanggan di taman bacaan tidak kecewa dengan kualitas pelayanan. Dalam hal ini, sikap ramah pegawai dan juga ketersediaan koleksi bacaan. Jika tempat usaha Anda cukup luas, Anda bisa menyediakan kursi atau sofa untuk pengunjung yang ingin membaca di tempat. Dengan menjaga kualitas, pelanggan akan merasa senang dan puas. (female.kompas.com)

Membaca Peluang Bisnis dari Resep Masakan

Desember 29, 2010 Tinggalkan komentar

Urusan lidah dan perut memang tidak bisa sembarangan. Karena itu, olah resep dan ketajaman insting membaca peluang sangat penting bagi pebisnis kuliner. Pasalnya, salah memasukkan satu bumbu saja, pelanggan bisa kabur.

Kekayaan wawasan beragam resep masakan bisa didapat dari banyak sumber. Buku, koran, majalah, internet, dan acara televisi bisa jadi rujukan para “tukang masak” ini. Tetapi, belajar langsung dari koki sebenarnya, lengkap dengan praktik, tentu menjadi nilai lebih tersendiri.

Hadi Kusumo memang bukan jago masak. Tapi, ia punya kantin di daerah mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, Jalan Ciumbuleuit, Bandung. Usaha bernama Kantin Juwita itu punya kekhasan menyajikan ayam dan ikan dalam rupa presto, alias tulang lunak.

“Kelebihannya, kami bubuhkan juga kremesan di atas daging itu,” katanya saat ditemui di acara Cooking Class East Meet West yang dihelat harian Kompas di Hotel Padma, Kota Bandung, Sabtu (19/6) lalu.

Ia mengaku tidak tahu banyak tentang bumbu-bumbu yang diimbuhkan dalam dagangannya. Pasalnya, masakan setengah jadi dipasok kakaknya. Tugas Hadi adalah menyempurnakannya sehingga bisa mengisi relung perut penyantapnya.

Namun, pelajaran memasak dari Chef Anton Pradipta siang itu bisa menambah wawasannya tentang makanan. Ia menyebut menu iga bakar sego ireng yang diajarkan bisa ia terapkan. “Saya jadi tahu bumbunya. Iga bakal saya ganti dengan ayam atau ikan, sesuai dengan dagangan saya,” katanya.

“Harga makanan di kantin saya seporsi sekitar Rp 12.000. Itu sudah harus bersaing dengan warung tenda di seberang kantin yang harganya lebih murah. Kalau bumbu yang diajarkan tadi saya pakai juga, mau dijual berapa masakan saya?” ujarnya.

Persaingan ketat
Lain lagi dengan Heny Adiaksi. Pengusaha salon dan kafe ini berencana membuka restoran keluarga bercita rasa Indonesia di Jalan Diponegoro. Padahal, di sekitar lokasi itu sudah bertebaran berbagai tempat makan yang menyajikan masakan serupa. Tetapi, ia tak gentar.

“Restoran itu nantinya banyak menyajikan masakan Nusantara, tetapi juga ada makanan ala barat seperti steak atau spaghetti. Dari kelas memasak seperti ini, saya belajar tentang cara penyajian dan pengolahan aneka bahan. Saya yakin masakan di restoran saya nanti bisa bersaing dengan yang lain meskipun sangat mungkin ada menu sama,” kata Heny.

Selain mengandalkan bumbu, Heny yakin lokasi yang tak jauh dari Gedung Sate dan sentra factory outlet di Jalan LL RE Martadinata bakal mendongkrak omzet. Karena berdekatan dengan perkantoran pemerintah, Heny akan menyediakan ruang khusus untuk rapat-rapat pejabat.

Seperti yang dituturkan Heny, peluang berbisnis kuliner masih sangat terbuka. Tentu saja perlu kecerdikan dan keuletan untuk bisa bertahan. Belajar masak dari koki profesional hanya salah satu cara untuk memuaskan lidah dan perut konsumen. (Herlambang Jaluardi) female.kompas.com

Peluang Bisnis Keripik Belut

Desember 28, 2010 Tinggalkan komentar

Bicara tentang belut, ternyata tidak hanya bentuknya yang panjang dan licin saja yang diketahui orang. Belut juga dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang mengandung banyak unsur gizi, seperti protein, kalori, zat besi, kalsium, serta vitamin A, B, dan C. Tingginya gizi yang terkandung pada belut, menjadikan belut diminati oleh masyarakat bahkan sampai masyarakat luar negeri. Adanya permintaan belut yang semakin meningkat, menjadikan peluang bisnis belut sebagai ladang untuk menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Saat ini tidak hanya budidaya belut saja yang mulai dilirik para pencari usaha, berbagai macam olahan belut pun dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menguntungkan. Salah satu olahan belut yang mudah dan diminati banyak konsumen adalah keripik belut. Rasanya yang gurih serta kerenyahan keripik belut disukai para konsumen.

Konsumen

Penikmat keripik belut tidak terbatas oleh usia, status sosial, maupun status gender. Bahkan tidak hanya menjadi lauk saja, kini keripik belut menjadi salah satu camilan yang disukai dan bisa dinikmati kapan saja.

Hambatan dan Cara Mengatasinya

  1. Sulitnya pemenuhan bahan baku belut, dikarenakan belum banyaknya warga yang budidaya belut. Sehingga masih mengandalkan hasil belut dari pencarian hasil alam (sawah) yang banyaknya hasil terpengaruh dengan musim. Untuk mengatasinya sebaiknya juga membudidayakan belut, sehingga untuk pasokan bahan baku selalu tersedia.
  2. Camilan semacam keripik belut ini mudah melempem jika kemasannya tidak rapat. Jadi sebaiknya simpan di tempat yang tertutup dan gunakan plastik kemasan dengan ketebalan 0,5 mili untuk mengatasinya.

Kunci Sukses

Dalam menjalankan usaha renyahnya peluang bisnis keripik belut diperlukan ketelatenan serta keahlian untuk menciptakan rasa yang enak, gurih dan renyah. Selain kualitas rasa yang nikmat, kemasan yang menarik juga sangat mendukung penjualan keripik belut. Selanjutnya strategi pemasaran juga harus diperhatikan, harus paham dimana pasar yang potensial dan mana yang kurang potensial. Sehingga bisa mengatur stok barang yang akan dititipkan, misalnya beri stok yang lebih banyak untuk toko yang rame dibandingkan untuk toko yang sepi.

Analisa Ekonomi

Modal Awal1 buah kompor gas 1 tungku + tabung gas + isi       Rp   200.000,001 buah wajan besar                                  Rp    75.000,001 timbangan digital                                 Rp   350.000,003 buah baskom plastik @ Rp 20.000,00                Rp    60.000,001 Mesin Spinner untuk meniriskan minyak             Rp 2.000.000,001 Mesin Sealer                                      Rp   150.000,00 +Total                                               Rp 2.835.000,00

Biaya operasional per bulanBahan baku belut( @ Rp 28.000,00 x 50 kg )          Rp 1.400.000,00Tepung,minyak goreng, dan bumbu                     Rp   700.000,00Plastik Kemasan                                     Rp   200.000,00Tabung gas 3kg 6 x @ Rp 14.000,00                   Rp    84.000,00Bensin                                              Rp   100.000,00 +Total                                               Rp 2.484.000,00

Omset per bulanPenjualan keripik belut Rp 75.000,00/kgOmset / bulan  = @ Rp 75.000,00 x 50 kg/bulan       Rp 3.750.000,00

 Laba bersih / bulanRp 3.750.000,00 – Rp 2.484.000,00                   Rp 1.266.000,00

BEP( Rp 2.835.000,00 :  Rp 1.266.000,00 ) = < 3 bulan

Peluang Bisnis Donat

Desember 28, 2010 Tinggalkan komentar

“Bunder – bunder bolong tengahe…namanya kue donat.”

Lagu anak – anak yang dinyanyikan Joshua tersebut, menegaskan bahwa menu makanan tersebut memiliki banyak penggemar. Dari mulai anak – anak hingga orang tua pun, menyukai bulatnya donat yang nikmat. Kue dengan bentuk bulat dan bolong di tengahnya ini, telah popular dikalangan masyarakat dari dulu sampai sekarang. Dari mulai donat yang dijual di pasar hingga donat yang bermerk terkenal seperti Dunkin’s Donat atau Donat Jco selalu diserbu oleh para konsumen.

Selain rasanya yang empuk dan nikmat, menu donat juga memiliki variasi toping serta kemasan baru yang beraneka macam. Dengan toping gula bubuk, cokelat caramel, cokelat meses, cokelat kacang, ataupun keju membuat makanan ini menjadi lebih nikmat jika disantap. Menu donat pun memiliki harga yang bervariasi, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 30.000,00.

Seiring dengan minat pasar yang semakin meningkat, pengusaha donat pun makin mengembangkan usaha tersebut dengan inovasi baru dalam setiap donat yang mereka ciptakan. Misalnya saja untuk menarik para konsumen, menu donat dikreasikan dengan bentuk baru seperti sate donat, donat bakar, donat rendah kalori, ataupun membuat kreasi donat dengan bentuk figure kartun anak – anak. Sedangkan untuk kemasannya, agar terlihat lebih menarik dapat menggunakan plastik kemasan dilengkapi dengan label nama donat ataupun menggunakan box cantik dengan nama donat yang menarik untuk donat paket lusinan. Namun disamping variasi rasa dan kemasan yang menarik, kualitas bahan yang digunakan juga harus diperhatikan mutunya untuk menghasilkan donat dengan rasa yang berkualitas.

Untuk pemasaran produk donat sendiri tidaklah terlalu susah, karena makanan ini sudah memiliki pasar yang luas. Anda bisa menitipkan donat ke tempat – tempat potensial, misalnya di warung makanan, toko kue dan snack, ataupun di pasar. Selain itu Anda juga bisa membuka gerai atau outlet donat dengan gerobak, atau mencari sales makanan untuk memasarkan donat Anda. Berbisnis sukses dengan sajian kuliner donat, dapat menjadi salah satu pilihan peluang usaha yang tepat bagi Anda. Bagi Anda yang berminat dengan usaha ini, berikut kami sertakan analisa ekonomi peluang usaha donat. Salam sukses selalu untuk usaha Anda.?

Analisa Ekonomi

Modal Awal
1 buah kompor gas 1 tungku + tabung gas + isi       Rp   160.000,00
1 buah mixer                                        Rp 4.000.000,00
10 Loyang roti ukuran 40 x 60 cm                    Rp   300.000,00
1 buah wajan besar                                  Rp    65.000,00
1 timbangan digital + gelas takar                   Rp   475.000,00
3 buah baskom plastik @ Rp 20.000,00                Rp    60.000,00
1 buah meja produksi berlapis aluminium             Rp   200.000,00+
Total                                               Rp 5.260.000,00

Biaya operasional per bulan
Bahan baku pembuatan donat untuk 1 bulan            Rp 1.500.000,00
Tabung gas 3kg 6 x @ Rp 14.000,00                   Rp    84.000,00
Bensin                                              Rp   100.000,00 +
Total                                               Rp 1.684.000,00

Omset per bulan
Omset / hari    = 100 donat x @ Rp 1200,00          Rp   120.000,00
Omset / bulan  = Rp 120.000,00 x 30 hari            Rp 3.600.000,00

 Laba bersih / bulan
Rp 3.600.000,00 – Rp 1.684.000,00                   Rp 1.916.000,00

BEP
( Rp  5.260.000,00 :  Rp 1.916.000,00  ) = < 3 bulan

Sumber : http://bisnisukm.com/bulatnya-donat-yang-nikmat.html

Prospek Bisnis Gorengan

Desember 28, 2010 Tinggalkan komentar

Siapa yang tidak suka makan gorengan? Nah, makanan ringan yang satu ini memang sudah tidak asing lagi bagi lidah kita. Mulai dari balita sampai dengan manula, bisa menikmati lezatnya berbagai jenis bahan makanan yang digoreng. Dalam hal usaha pun, dapat dipastikan para pedagang gorengan bisa meraih pangsa pasar yang sangat beragam. Berbagai macam jenis gorengan yang kita kenal antara lain, mulai dari gorengan yang fenomenal yakni Ayam Goreng Kentucky Fried Chicken atau KFC, yang dirintis oleh Kolonel Harland Sanders, hingga tempe mendoan khas Karesidenan Banyumas.

Dengan melihat kesuksesan KFC, maka bisa disimpulkan bahwa prospek usaha gorengan bisa menjadi jaminan masa depan jika kita mampu meracik bumbu yang unik dan tentunya lain dari pada yang lain. Untuk usaha gorengan ayam sendiri di wilayah Yogyakarta kita akan mengenal ayam goreng Mbok Berek, yang biasa disebut Fried Chicken-nya Jawa atau Javanese Fried Chicken, yang dirintis oleh Nini Ronodikromo atau yang biasa disapa Mbok Berek.

Selain berbagai macam ayam goreng, kita bisa menemukan macam gorengan lain yang sangat popular bagi kita, seperti tempe goreng, tahu isi, bakwan, ubi goreng, cireng (aci goreng), tape goreng, dan lain-lain. Kita bisa menemukan berbagai macam gorengan tersebut mulai dari Restoran yang mewah hingga yang dijual di angkringan atau rumah. Nah, untuk membuat usaha warung gorengan ini pun cukup mudah. Peralatan yang perlu dipersiapkan antara lain:

1. Tempat Untuk Berjualan.
Tempat untuk berjualan gorengan ini bisa berupa gerobak dorong dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah. Bisa juga ditambahkan terpal jika Anda ingin berjualan menetap. Namun jika tidak memungkinkan ataupun tidak menghendaki berjualan dengan menggunakan gerobak, Anda bisa menjual gorengan cukup di rumah atau depan rumah, dengan tempat yang sederhana, misalnya etalase atau cukup dengan meja untuk meletakkan gorengan. Selain itu, berbagai alternatif tempat berjualan ini antara lain di perempatan, depan gang, depan sekolah, gerbang komplek perumahan, pinggir jalan yang ramai, dan lain-lain. Tentunya dengan catatan bahwa tempat-tempat tersebut diperbolehkan untuk berjualan atau tidak mengganggu ketertiban umum.

2. Peralatan Memasak.
Untuk peralatan memasak sendiri tentunya cukup dengan peralatan memasak yang sederhana, seperti kompor, wajan dan serok untuk menggoreng (kalau bisa wajan yang besar agar bisa menampung banyak bahan yang digoreng), tempat plastik untuk meletakkan gorengan, alat penggiling jika diperlukan, serta tas plastik atau kresek. Sediakan pula cabai rawit, karena banyak yang beranggapan bahwa rasa gorengan tidak lengkap tanpa cabai rawit.

3. Peralatan Lain.
Untuk peralatan yang lain Anda bisa menambahkan meja atau kursi secukupnya untuk para pembeli yang mengantri.

Harga yang bisa Anda tawarkan antara Rp. 500,00 sampai Rp. 750,00 per gorengan, dengan keuntungan antara Rp. 50,00 hingga Rp. 100,00 per gorengannya. Kisaran keuntungan yang sebesar itu, dan gorengan yang terjual bisa mencapai ratusan buah maka dalam satu bulannya Anda bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Hal ini juga tergantung seberapa banyak Anda akan menjual gorengan per harinya.

Yang perlu diingat dalam usaha gorengan ini adalah dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan. Namun tidak usah khawatir, adapun beberapa solusinya antara lain:

Gantilah minyak yang Anda gunakan secara berkala. Apabila minyak yang digunakan sudah berwarna hitam atau keruh, maka gantilah dengan minyak yang baru. Hal ini bisa mencegah penimbunan kolesterol lebih banyak.

Biasanya ada beberapa penjual gorengan yang bertindak curang, dengan menambahkan plastik atau sedotan plastik pada saat menggoreng. Tindakan seperti ini mereka lakukan dengan tujuan agar gorengan tetap crispy. Anda bisa membuktikan sendiri dengan mempraktekkannya di rumah. Buat gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik dan gorengan yang tidak dicampur dengan sedotan plastik, lalu diamkan beberapa jam. Setelah itu Anda bisa melihat, gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik akan tetap terlihat crispy sementara yang lain akan terlihat melempem. Hal ini sebaiknya jangan Anda contoh, apabila Anda tidak ingin kehilangan pelanggan.

Dalam meniriskan gorengan, sebaiknya Anda menggunakan tisu dapur atau bahan penyerap lain yang dapat kontak dengan makanan (food grade). Hindari meniriskan gorengan dengan menggunakan kertas koran atau kertas lainnya yang bertinta, karena tinta mengandung timbal dan akan mudah menempel pada makanan berminyak.

Mengingat semakin banyaknya penjual gorengan maka disarankan agar Anda mencoba mencari inovasi-inovasi resep gorengan Anda agar tidak kalah saing. Dengan modal ratusan ribu rupiah pun Anda bisa memulai membuka usaha gorengan yang sederhana. Kini saatnya membuka peluang usaha dengan modal kecil, Anda pun sudah bisa memperoleh keuntungan besar yang menjanjikan.

Analisis Ekonomi :

Modal awal
Bahan baku                                           Rp 100.000,00
Gerobak                                              Rp 300.000,00
Peralatan                                            Rp 200.000,00
Lain – lain                                          Rp  25.000,00 +
Jumlah                                               Rp 625.000,00

Biaya Operasional / hari
Pembelian bahan baku                                 Rp 100.000,00
Gas Elpiji                                           Rp  13.000,00
Lain – lain                                          Rp  10.000,00+
Jumlah                                               Rp 123.000,00

Pemasukan
Omset/ hari           : 300 buah x @ Rp 500,00  =    Rp 150.000,00
Laba bersih / hari                                   Rp  27.000,00
Laba bersih / bulan
Rp 27.000,00 x 30 hari =                             Rp 810.000,00

Sumber : http://bisnisukm.com/prospek-usaha-gorengan.html

Peluang Bisnis Kursus Komputer

Desember 28, 2010 Tinggalkan komentar

Perkembangan teknologi yang pesat saat ini membuat orang tidak ingin ketinggalan perkembangan sama sekali. Semakin mereka ketinggalan tentang teknologi, semakin sedikit kesempatan orang tersebut dalam memperoleh pendapatan, baik menjadi karyawan, maupun bisnis sendiri. Sehingga perkembangan teknologi yang ada secara tidak langsung menuntut kita untuk dapat menggunakannya, salah satunya adalah penggunaan komputer yang sudah menjadi bagian perkembangan teknologi saat ini.

Munculnya program baru pada komputer, sering menjadi masalah baru bagi masyarakat.  Karena tidak semua orang langsung bisa menggunakan program yang ada pada komputer. Keadaan ini bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru di bidang bisnis komputer, dengan membuka kursus komputer yang dibutuhkan konsumen.

Konsumen

Konsumen tujuan utama kita adalah siswa dari SD sampai SMA (sampai yang sudah lulus), dan juga para mahasiswa.

Cara memulai

Untuk memulai peluang bisnis cerdas kursus komputer ini dibutuhkan ruangan yang cukup luas, selain untuk prestise usaha kita, juga agar para pelanggan kita merasa nyaman. Minimal ruangan yang harus kita sediakan mempunyai luas 120m persegi.

Komputer yang kita sediakan juga seharusnya mempunyai kualitas yang standar, tidak asal-asalan dan berjumlah minimal 6 buah. Sebagai peralatan pendukung, alat yang harus kita beli adalah kursi, meja komputer, papan whiteboard dan alat tulisnya, AC, dll.

Namun terlepas dari semua fasilitas yang telah disebutkan diatas, hal yang paling dibutuhkan dalam menjalankan usaha ini adalah keterampilan komputer yang dimiliki pekerja atau tentor yang mengajar.

Hambatan

Orang yang menjalankan bisnis ini cukup banyak, sehingga kita harus bersiap untuk menghadapi persaingan ini.

Kunci Sukses

Sebaikmya  kita menyediakan karyawan( tentor) yang handal, bukan hanya  dalam bidang komputer, tetapi juga dalam bidang komunikasi. Ini sangat penting, karena jika tidak bisa berkomunikasi dengan baik, ilmu yang diberikan tentor tersebut juga tidak akan masuk kedalam fikiran peserta didik. Hal ini akan mengakibatkan pelanggan merasa sia-sia membuang uang untuk kursus komputer ditempat kita.

Kursus yang bisa kita tawarkan diantaranya , design grafis, microsoft office, pembuatan website, internet, dll. Akan lebih baik jika tiap jenis kursus mempunyai tempat dan komputer  tersendiri. Tetapi jika kita belum memiliki fasilitas yang mendukung untuk itu, bisa dengan satu ruangan saja, hanya dengan waktu yang berbeda.

Tidak lupa promosi yang gencar dan kelengkapan fasilitas (termasuk modul) bagi siswa serta kenyamanan ruangan adalah faktor lain yang bisa mendukung perjalanan bisnis ini selanjutnya.

Analisa Keuangan:

Investasi Awal
Sewa Gedung  / tahun                       Rp 15.000.000,00
Komputer ( 6 buah x @ Rp 3.000.000,00 )    Rp 18.000.000,00
Kursi dan meja                             Rp  1.500.000,00
Peralatan pendukung
(white board, rak, dll)                    Rp  1.500.000,00+
Total                                      Rp 36.000.000,00

Biaya Operasional
Gaji 3 pegawai  x @ 800.000,00             Rp  2.400.000,00
Listrik dan telepon                        Rp    500.000,00
Lain-lain                                  Rp    100.000,00+
Total                                      Rp  3.000.000,00

Omzet per bulan
Misal : jadwal kursus komputer per hari adalah 3 sesi pertemuan,
dengan 6 orang peserta dalam setiap sesi.
Dengan biaya peserta Rp 250.000,00 per bulan.
( Rp 250.000,00 x  6 peserta x 3 sesi  )   Rp  4.500.000,00

Laba per bulan 
( Rp 4.500.000,00 – Rp 3.000.000,00 )     Rp   1.500.000,00

BEP 
( Rp 36.000.000,00 : Rp 1.500.000,00 )    =    24 bulan
Sumber : http://bisnisukm.com/peluang-bisnis-cerdas-kursus-komputer.html

Peluang Bisnis Sepatu Kulit

Desember 28, 2010 Tinggalkan komentar

Siapa yang tidak suka memakai sepatu kulit yang mengkilat dengan harga yang relatif lebih murah? Dan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung untuk mendapatkan sepasang sepatu kulit yang menawan. Karena di daerah Sleman, juga terdapat pengrajin sepatu kulit.

Salah satunya adalah Bapak Slamet, bapak lima orang anak ini menekuni usaha pembuatan sepatu kulit. Setiap harinya, Pak Slamet tidak hanya sibuk membuat pesanan sepatu kulit, tetapi juga memperbaiki segala jenis sepatu yang mengalami kerusakan. Walaupun usaha yang di rintisnya belum begitu besar, namun dapat memberikan tambahan penghasilan. Apalagi setelah satu tahun terakhir Bapak Slamet pensiun dari pekerjaannya menjadi staff  TU di SMP N 1 Ngemplak.

Peluang usaha sepatu kulit asli dalam negeri ini, dalam melakukan proses produksinya tergolong masih sederhana dan murah. Bahan bakunya juga mudah di dapat, yaitu lembaran kulit (1pit = 27cm). Untuk pembuatannya sendiri hanya menggunakan peralatan sederhana seperti mesin jahit sepatu, cetakan sepatu, jarum jahit sepatu, paku sepatu, palu, lem, latek, cat sepatu, benang jahit, gunting, amplas, kertas pola, pensil 2B, serta badogan atau kaki tiga (alas untuk menempa sepatu saat di lem/dipaku).

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat sepatu kulit:

  1. Buat pola di kertas pola sesuai pesanan/keinginan,
  2. Setelah pola selesai dibuat, gunting pola tersebut,
  3. Guntingan pola kemudian di letakkan di atas lembaran bahan kulit, kemudian bentuk pola tersebut di atas lembaran dengan pensil,
  4. Setelah pola tergambar di atas lembaran bahan kulit, potong bahan tersebut mengiikuti pola,
  5. Ambil cetakan sepatu, mulai bentuk sesuai bentuk cetakan dengan menggunakan latek dan lem.
  6. Apabila sudah terpasang dengan baik, baru di beri alas sepatu berupa karet.
  7. Setelah terpasang rapi, pukul-pukul alas sepatu di kaki tiga.
  8. Jika semuanya telah terpasang dan lem mulai merekat, ambil cetakan sepatu (terbuat dari kayu) perlahan-lahan. Dan mulai menjahit sisi-sisi sepatu agar lebih kuat.
  9. Tahap terakhir adalah finishing dengan mengoleskan cat sepatu dengan kuas kecil, agar warna sepatu lebih mengkilat. Kemudian keringkan dengan menjemurnya di bawah terik sinar matahari.

Untuk membuat satu pasang sepatu membutuhkan 3 pit (3x27cm). Yang setiap harinya menghabiskan 2 kaleng lem sepatu (satu bulan 7kg lem). Dengan hitungan dalam satu bulan mendapatkan pesanan kurang lebih 10 hingga 15 pasang sepatu. Sehingga usaha Pak Slamet ini tergolong masih dapat bertahan.

Pak Slamet memasarkan produknya dengan cara mulut ke mulut. Yang pada awalnya hanya ditawarkan kepada teman-teman di sekolahnya, dan saat ini bisnis kerajinan sepatu yang di beri nama ”LUMINTU” ini  di datangi banyak orang. Karena dalam menjalankan bisnisnya, Pak Slamet tidak banyak mengambil keuntungan, sehingga harga yang relatif terjangkau membuat para konsumennya betah berlangganan dengannya.

”Analisa Pendapatan Sederhana Selama 1 Bulan”

 Pemasukan 1 bulan

 Pesanan 15 pasang x @ Rp. 70.000,00                   : Rp. 1.700.000,00
 Perbaikan sepatu                                      : Rp.   500.000,00

 Pengeluaran

 Bahan baku
 - kulit  45 pit @ 1pit Rp. 19.000,00                  : Rp.   855.000,00
 - lem (7kg), latek, benang, cat, paku                 : Rp.   300.000,00

Total pengeluaran                                      : Rp. 1.155.000,00

Keuntungan bersih : Rp 1.700.000,00 – Rp. 1.155.000,00 = Rp.   545.000,00
Sumber : http://bisnisukm.com/peluang-usaha-sepatu-kulit-asli-dalam-negeri.html
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.