Arsip

Posts Tagged ‘Peluang Bisnis’

Peluang Bisnis Kemitraan Teh dan Kopi

Tradisi masyarakat yang makin gemar menyeruput minuman kopi dan teh, menjadi peluang bisnis menjanjikan bagi para pelaku usaha. Indikasi itu bisa dilihat dari terus menjamurnya kedai minuman kopi dan teh, mulai dari jajanan kelas pinggir jalan hingga kedai berkonsep restoran di sejumlah mal.

Yang menarik, banyak pebisnis yang tergiur terjun ke bisnis minuman kopi dan teh, melakukan inovasi serta modifikasi model usaha. Misalnya, mereka membuka usaha minuman kopi dan teh cepat saji (instan) yang membidik pasar kelas menengah bawah.

Salah satunya seperti yang dilakoni Syaria Hamzah. Wanita ini mendirikan usaha gerai kopi dan teh instan, dengan nama usaha Tea n Coffee (TCO) & Mini Donut’s. Wanita yang akrab disapa Syaria ini, pertama kali membuka gerai TCO di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tahun 2008.

Rupanya, menu jajanan yang ditawarkan TCO mendapat sambutan bagus dari pasar. “Sebenarnya ketika itu kami ingin membuka langsung tawaran paket kemitraan kepada masyarakat. Tapi, kami masih mencari konsep yang sesuai,” kata Hamzah, Manajer Operasional Tea n Coffee.

Namun, rencana tersebut akhirnya baru bisa diwujudkan manajemen TCO di tahun ini. Langkah ini diambil setelah mereka merasa cukup percaya diri berjibaku dengan para pesaingnya di bisnis ini.
Strategi bisnis itu ternyata membuahkan hasil. Saat ini, mitra TCO sudah berkembang menjadi 100 gerai dan 16 gerai yang dikelola TCO. Hamzah mengklaim, rasa kopi dan teh instan TCO cukup identik dengan minuman sejenis yang dijual di gerai-gerai di mal.

Selain itu, peralatan pembuat whipped cream yang digunakan TCO sama dengan usaha minuman kopi yang ada di luar negeri. Tapi, kemitraan minuman instan lainnya tidak memakainya. Whipped cream olahan TCO punya warna menarik dan rasa yang manis.

Empat paket kemitraan

Nah, bagi calon mitra yang tertarik terjun ke bisnis ini, TCO menawarkan empat paket kemitraan yang bisa dipilih sesuai bujet. Paket paling murah bernama Paket Reguler dengan biaya investasi
Rp 12,5 juta. Dengan biaya itu, mitra akan mendapatkan fasilitas berupa satu unit konter, perlengkapan kerja lengkap dan dua seragam karyawan. Selain itu, mitra juga akan mendapat media promosi serta bahan baku awal sebanyak 120 pak kopi dan teh instan.

Paket kedua adalah Paket Medium. Biaya investasi yang harus dikeluarkan calon mitra sebesar Rp 21 juta. Dengan dana tersebut, mitra memperoleh dua konter sekaligus dengan fasilitas lainnya yang sama dengan paket pertama. Hanya saja, jumlahnya dua kali lipat lebih banyak.

Yang ketiga adalah Paket Master. Investasi awalnya Rp 40 juta. Jika memilih paket ini, mitra akan mendapatkan tiga konter, sekaligus berhak menjadi perwakilan untuk memasok bahan baku dan membawahi mitra di daerahnya masing-masing. “Nah, mitra paket ini akan mendapat keuntungan 10% dari penjualan bahan baku,” kata Hamzah.

Yang terakhir adalah Paket Mitra Share. Paket ini memiliki sistem bagi hasil. Artinya, keuntungan yang didapat mitra dibagi dua dengan kantor pusat. Porsinya 55%:45%.

Dalam paket ini, pusat yang akan mengelola semua sistem usaha, sementara mitra hanya sebagai pemilik modal. Manajemen TCO tidak mengutip biaya royalti kepada mitra. Mitra hanya wajib membeli bahan baku dari pusat.

Salah satu mitra TCO adalah Chaerudin. Dia membuka usaha ini sejak tahun 2008, di kantin salah satu perguruan tinggi di Makassar. Dalam sehari, dia mengaku bisa menjual sekitar 40 gelas kopi.
Chaerudin berniat terus mengembangkan usahanya ini. “Ke depan, saya sudah berencana menambah paket kemitraan yang mendapatkan tiga gerai,” tandasnya. (peluangusaha.kontan.co.id)

Peluang Bisnis Kemasan Botol Plastik

Januari 4, 2011 1 komentar

Industri botol plastik terus tumbuh. Permintaan botol banyak berdatangan dari sektor usaha kecantikan dan kesehatan, hingga produsen pupuk. Produsen botol plastik kelas kecil di Surabaya bisa mendulang omzet Rp 120 juta tiap bulannya.

Tumbuhnya industri kosmetik juga berdampak pada usaha pembuatan botol plastik. Semakin banyak produk kosmetik yang beredar, permintaan kemasannya berupa botol plastik, juga ikut terkerek naik. Sebab, sebagian besar produk kosmetik dikemas dengan botol plastik, mulai dari sampo, sabun, hingga parfum atau deodorant.

Peningkatan permintaan tersebut dirasakan betul oleh CV Makmur Abadi Plastik di Surabaya. Hanya, sang pemiliknya, Titin, belum menghitung persentase kenaikan permintaan botol plastik kosmetik yang diproduksinya.

Yang jelas, saat ini pesanan botol plastik yang masuk ke perusahaannya sudah lebih dari 100.000 botol setiap bulan.Permintaan botol plastik tak hanya datang dari produsen kosmetik. Berbagai rumah sakit dan apotik juga sering memesan botol plastik kepadanya. “Botol itu dipakai untuk kemasan obat kapsul,” imbuhnya.

Saat ini, ada lebih dari 10 rumah sakit dan apotik besar di Surabaya yang menjadi pelanggan Makmur Abadi. Selain Surabaya, permintaan juga datang dari Semarang, Bandung, Jakarta dan Manado.

Titin membanderol botol plastik ukuran 100 mililiter buatannya antara Rp 400-Rp 500 per botol. Biasanya, botol ukuran ini untuk tempat obat-obatan.

Tapi, dengan ukuran yang sama, khusus botol untuk tempat kosmetik dibanderolnya dengan harga Rp 750 hingga Rp 800. “Untuk kosmetik bahannya lebih bagus, jadi harganya lebih mahal,” katanya.

Dengan dua mesin yang dimilikinya, setiap hari Titin bisa memproduksi hingga 4.500 botol plastik. “Mesin yang berukuran besar bisa memproduksi 3.000 botol, sedangkan yang kecil 1.500 botol,” tuturnya.

Tingginya permintaan botol plastik juga dialami Peter Andre Wijaya. Bahkan, pemilik Anugrah Sejati Multiplast, ini mengaku, bisa mendapatkan pesanan hingga 200.000 botol setiap bulan.

Selain untuk kosmetik dan produk kesehatan, produsen pupuk juga banyak memesan botol plastik. “Saat ini banyak pupuk yang dikemas pakai botol,” katanya.

Khusus untuk botol pupuk, Peter bisa mendapatkan pesanan 50.000 botol setiap bulan. Harga per botol Rp 2.400. Artinya, omzet botol plastik untuk pupuk saja bisa mencapai Rp 120 juta. “Ada salah satu perusahaan pupuk besar yang sudah menjadi pelanggan saya,” katanya.

Permintaan botol plastik untuk kemasan obat di Anugrah Sejati Multiplast ini juga bisa mencapai 50.000 botol. Tapi, karena ukurannya lebih kecil yaitu sekitar 10 ml, harganya antara Rp 450-Rp 500. “Harga tergantung jumlah pembelian,” imbuhnya.

Peter dan Titin tidak banyak mengalami kendala dalam berusaha. Hanya sesekali mereka sulit mendapatkan pasokan bahan baku plastik. “Kadang kami dapat plastik hasil daur ulang berwarna agak kusam,” kata Peter. Padahal, tuntutannya kualitas botol tidak boleh turun. (peluangusaha.kontan.co.id)

Peluang Bisnis Waralaba Klinik Kecantikan

Januari 4, 2011 1 komentar

Bisnis klinik kecantikan masih menjanjikan untung besar. Pasarnya terbentang luas karena banyak wanita yang membutuhkan perawatan kecantikan. Kalau berniat menekuni usaha ini, Anda bisa memulai dengan membuka klinik kecantikan sederhana.

Bagi wanita, penampilan cantik seolah sudah menjadi keharusan. Bukan hal aneh bahwa banyak kaum hawa rela memboroskan waktu berjam-jam di salon kecantikan hanya demi menjaga penampilan supaya tetap menawan.

Bersyukurlah bagi mereka yang memang sudah memiliki wajah cantik, kulit putih mulus, rambut indah, dan badan langsing. Hanya dengan sedikit sentuhan, barangkali mereka sudah bisa tampil mempesona.

Mereka yang kecantikannya pas-pasan pun tak perlu rendah diri. Maklum kini banyak cara mempercantik diri. Tampil cantik dan menarik bukan hal yang sulit diwujudkan. Tinggal pergi ke salon atau klinik kecantikan, beres. Tak peduli harus membayar mahal, yang penting penampilan mereka bisa lebih segar dan menawan.

Nah, mereka yang jeli melihat peluang, usaha klinik kecantikan bisa jadi masih merupakan ladang bisnis empuk. Buktinya, klinik kecantikan yang menawarkan jasa perawatan wajah dan kulit semakin banyak bertebaran.

Kendati kian sesak, para pelaku bisnis ini masih yakin, usaha salon kecantikan masih menjanjikan. “Selama wanita masih mendambakan kecantikan, maka selama itu pula peluang bisnis ini terbuka lebar,” kata Titik Wahyudianto, pemilik klinik kecantikan bernama Griya Cantik Putri Skin Care and Beauty Salon di Probolinggo, Jawa Timur.

Kalau masih yakin dengan prospek bisnis ini, Anda pun bisa menjajal usaha klinik kecantikan ini. Modal awal usaha ini bisa menyesuaikan dengan isi kantong, kok. Jika dana terbatas, Anda bisa membuka klinik kecantikan dengan teknologi yang sederhana. Sebaliknya, jika punya modal besar, Anda bisa membuka klinik kecantikan modern dengan teknologi yang lebih canggih.

Jangan lupa, Anda juga harus memiliki tenaga ahli yang telah berpengalaman di bidang kecantikan. “Usaha ini bukan monopoli dokter spesialis kulit, yang bukan dokter juga bisa buka klinik. Tapi, kalau bisa, Anda harus mempekerjakan dokter spesialis kulit sebagai pakar kecantikan,” kata Aisyiah, pemilik Klinik Kecantikan Fennita Nanda, di Jakarta.

Para pebisnis klinik kecantikan mengaku usaha mereka menjanjikan laba lumayan gede. Contohnya Aisyiah yang bisa meraup omzet Rp 60 juta sampai Rp 80 juta saban bulan. Adapun laba bersih yang ia peroleh bisa mencapai sekitar 50% dari omzet tersebut.

Rezeki manis klinik kecantikan juga dinikmati oleh Titik. Kendati baru memulai bisnis ini empat bulan lalu, ia sudah bisa mendapatkan omzet hingga
Rp 500.000 per hari. “Omzet sebesar sudah bisa menutup biaya operasional dan gaji karyawan,” ujar Titik yang mempekerjakan lima orang karyawan.
Nah, bagi Anda yang masih awam di bisnis ini, ada beberapa kiat dari para pelaku usaha ini yang perlu Anda simak jika ingin terjun ke usaha klinik
kecantikan.

Memilih pasar

Jika Anda ingin terjun ke bisnis ini, silakan memperjelas dulu segmen pasar yang hendak dituju. Berdasar pengalaman Aisyiah, pada tahap awal Anda bisa membidik segmen menengah ke bawah. Selain pasar ini gemuk, kelas ini memungkinkan Anda dengan membuka klinik dengan teknologi sederhana. “Setelah berkembang baru menyasar golongan menengah ke atas,” kata Aisyiah.

Saat membuka klinik dua tahun lalu, Aisyiah memang menerapkan cara seperti itu. Awalnya ia membuka klinik sederhana. Ia mengaku hanya merogoh duit Rp 5 juta sebagai biaya investasi awal mendirikan klinik kecantikan sederhana.

Setelah beberapa waktu berjalan, klinik kecantikan Aisyiah mulai menunjukkan kemajuan. “Omzet saya waktu itu sudah sekitar Rp 15 juta,” ujar dia. Ia pun mulai membidik segmen menengah ke atas. Untuk menyasar golongan ini, Aisyiah melengkapi klinik dengan peralatan modern.

Titik menyarankan, jika memiliki modal besar, sebaiknya Anda langsung membidik seluruh segmen pasar yang ada. Konsekuensinya, Anda harus melengkapi klinik dengan peralatan kecantikan modern.

Sebetulnya, layanan kecantikan untuk konsumen menengah atas maupun menengah ke bawah sama saja. “Yang membedakan hanya penggunaan obat atau produk kecantikan saja,” kata Aisyiah.

Ambil contoh, klinik kecantikan milik Aisyiah mematok harga Rp 210.000 bagi tamu kelas menengah atas yang ingin membeli produk penghilang bercak putih. “Harga produk untuk kelas menengah ke bawah lebih murah,” tuturnya.

Herawati dari Klinik Kecantikan Dr Herawati menambahkan, untuk bisa menyasar konsumen di semua segmen, Anda harus memperhatikan lokasi klinik. Usahakan memilih lokasi yang strategis.

Selain gampang dijangkau, para pengguna jalan juga gampang mengetahui lokasi usaha Anda. Lokasi usaha yang dibutuhkan minimal 250 m². Lokasi seluas itu sudah bisa memuat 15 tempat tidur. “Itu sudah cukup ideal,” kata Esther Pertiwi, pemilik Esther House of Beauty.

Peralatan klinik

Peralatan memegang peranan penting dalam bisnis klinik kecantikan. Tapi, sebelum membeli peralatan, Anda harus sudah menentukan layanan apa saja yang akan diberikan pada konsumen.

Soalnya, peralatan harus menyesuaikan dengan layanan yang Anda berikan. Selain itu, tentu Anda juga mesti memperhatikan ketersediaan dana di kantong. Kalau dana terbatas, Anda bisa membuka klinik dengan peralatan sederhana.

Untuk klinik semacam ini, perlengkapan wajib hanya berupa bed (tempat tidur), skin test (mesin tes kulit),steamer facial, dan lampu facial. Aisyiah mengatakan, klinik sederhana bisa memakai skin test manual yang harganya miring sekitar Rp 250.000. Cara kerja alat ini memang masih manual. “Begitu ditempel ke kulit langsung tertulis jenis kulit normal, berminyak atau kombinasi keduanya,” imbuh Aisyiah.

Bila ingin membuka klinik sederhana, perkiraan biaya investasi antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Biaya investasi jauh lebih besar jika Anda membuka klinik modern yang memakai peralatan berteknologi tinggi. Biaya investasinya bisa mencapai Rp 1,5 miliar.

Dana sebesar itu dipakai buat membeli sejumlah peralatan, mulai dari bed, facial oxy spa, skin tes, mesin infra merah untuk perawatan pencerah kulit, laser akupuntur, lampu cobra, no needle mesotherapy, galvanic,alat mesoterapi pori wajah, laser erbium fractiona, dan lain-lain.

Tapi, dalam hitung-hitungan Esther biaya membeli peralatan modern bisa lebih rendah. Menurut dia, hanya dengan Rp 500 juta Anda sudah bisa membeli peralatan untuk satu gerai klinik kecantikan modern. “Peralatan kecantikan makin banyak beredar di pasar, sehingga orang yang mau membuka klinik memiliki banyak pilihan dengan harga yang bersaing,” kata Esther.

Pakar kecantikan

Dalam menjalankan usaha ini Anda harus mempekerjakan tenaga ahli yang telah berpengalaman di bidang kecantikan. Menurut Aisyiah, membuka klinik kecantikan tidak cukup dengan mempekerjakan seorang terapis kecantikan. Kalau hanya mempekerjakan terapis bukan klinik, tapi salon kecantikan.

Klinik kecantikan harus mempekerjakan seorang dokter spesialis kulit sebagai penanggung jawab medis. Dengan begitu, klinik lebih profesional dalam menawarkan jasa kecantikan. “Kalau ada dokter, layanan menjadi lebih terjamin,” ujar Aisyiah

Lain halnya Griya Cantik Putri. Klinik milik Titik ini tidak mempekerjakan dokter spesialis kulit. Titik sendiri yang menjadi pakar kecantikan di kliniknya. “Walau saya dokter gigi, saya juga banyak belajar soal kecantikan secara autodiak,” imbuh dia.

Titik mengaku, sudah lama berkecimpung di bidang kecantikan. Awalnya, ia hanya iseng menerima order dari teman-teman yang ingin mendapat perawatan kecantikan dari dia. Tapi karena prospek bisnis ini tampak cerah, ia pun memutuskan membuka klinik kecantikan secara serius.

Meski tidak harus dokter spesialis kulit, klinik kecantikan tetap harus memiliki seorang pakar kecantikan. Untuk itu, Anda cukup memanfaatkan jasa terapis kecantikan yang sudah terlatih. “Itu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” kata Titik.

Memilih pasar

Supaya pelanggan bertambah banyak, Anda juga harus rajin melakukan promosi untuk mengenalkan layanan kecantikan yang Anda jual. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengenalkan klinik kecantikan kepada khalayak ramai.

Griya Cantik Putri, misalnya, rajin menyebar brosur. Selain itu, mereka juga rajin mempromosikan layanan terapi kecantikan ke kantor-kantor, termasuk instansi-instansi pemerintah, terutama ibu-ibu Dharma Wanita. “Sebagai promosi saya juga sering memberikan layanan check up kulit dan gigi gratis,” ujar Titik.

Sementara Klinik Kecantikan Fennita Nanda memanfaatkan jaringan internet untuk promosi gratis, seperti Facebook, Twitter, serta blog pribadi. Menurut Aisyiah, promosi via internet cukup efektif menjaring konsumen. “Internet itu jangkauan pasarnya luas dan biaya murah,” ucapnya.

Lain lagi cara yang ditempuh Herawati. Selama ini ia lebih mengandalkan promosi lewat pasien-pasieannya. “Kalau mereka suka nanti mereka cerita dari mulut ke mulut,” katanya.

Masih berminat menjajal usaha klinik kecantikan? (peluangusaha.kontan.co.id)

Peluang Bisnis Injeksi Beton

Januari 4, 2011 1 komentar

Pelaku usaha di sektor industri kimia pasti tak asing lagi dengan pelapis fiberglass maupun pelapis kimia lainnya. Selain mencegah beton keropos, pelapis kimia juga bisa menangkal kebocoran. Kian meningkatnya permintaan jasa pelapisan kimia ini membuat potensi bisnisnya merekah. Salah seorang pelaku usaha ini bisa meraih pendapatan Rp 80 juta per proyek.

proses pelapisan pada bangunan dengan menggunakan campuran bahan kimia, menjadi kebutuhan penting bagi beberapa industri. Maklum, mereka menuntut kondisi steril untuk proses produksinya. Pelapisan juga dibutuhkan bagi pabrik-pabrik yang memiliki ruangan dengan tingkat keasaman tinggi.

Misalnya, perusahaan pengolahan limbah. Mereka harus melapisi beton-beton bangunan tempat pengolahan limbah tersebut, sehingga cairan limbah yang mengandung tingkat keasaman tinggi tak membahayakan.

Selain itu, produsen makanan dan minuman atau perusahaan farmasi juga memerlukan pelapis kimia untuk lantai pabrik. Tujuannya agar pabrik selalu steril dan mudah dibersihkan. Kolam renang maupun lantai kamar mandi di apartemen juga membutuhkan lapisan agar air tidak merembes.

Alhasil, banyaknya permintaan permintaan ini makin membuka peluang bisnis pelapis kimia. Tak heran, banyak pemodal tertarik.

Salah satunya adalah Yulianto Kristianto. Pemilik Global Karya Fiberglass ini menyediakan jasa pelapisan menggunakan campuran kimia yang telah berbentuk lapisan fiberglass.

Yulianto bilang, jenis cairan kimia untuk pelapis ini berbeda-beda, tergantung dari penggunaannya. “Bisa sampai 10 jenis bahan kimia yang digunakan,” ujarnya.

Global Karya menawarkan jasa pelapisan fiberglass untuk tanki air agar tidak dilumuti dan melapisi seng supaya antiultraviolet.

Ia juga menyediakan pelapis kolam renang. Karena baru lima bulan beroperasi, Yulianto mengaku belum mendapatkan banyak pelanggan. “Omzetnya baru sekitar Rp 20 juta per bulan,” imbuh dia.

Harga jual pelapis fiberglass ditetapkan dari penggunaan bahan kimia, ketebalan dan jumlah fiberglassyang dibutuhkan. Ketebalan pelapis fiberglass mulai dari satu milimeter (mm) hingga dua centimeter (cm). Kisaran harganya sekitar Rp 70.000-Rp 1 juta per m².

Namun tidak semua pelaku usaha ini menawarkan jasa pelapisan tidak dalam bentuk lapisan fiberglass. Sebut saja Adjie Sukari, pemilik CV Bangun Kriya Kencana di Bekas, yang menawarkan jasa injeksi bahan kimia ke dalam beton.

Penentuan biaya material dan jasa pelapisan tergantung dari banyaknya titik daerah yang akan dilapisi. Misalnya, Adjie pernah mendapat proyek pelapisan untuk perusahaan air minum di Jatinegara senilai Rp 80 juta.

Selain itu, injeksi beton juga bisa difungsikan untuk mencegah kebocoran di kolam renang. Beton yang retak dan keropos akibat cairan dengan tingkat keasaman tinggi juga bisa diperbaiki dengan injeksi beton. “Kami biasanya memberi garansi terhadap jasa pelapisan ini sekitar satu hingga dua tahun,” kata Adjie.

Deddy Purnama, pemilik PT Putra Purnama Mandiri di Surabaya, menambahkan, jasa pelapisan kimia ini sejatinya belum terlalu banyak diketahui manfaatnya masyarakat luas. “Paling baru perusahaan besar yang sudah memanfaatkan jasa pelapisan ini,” kata dia.

Deddy sendiri menyediakan jasa pelapis fiberglass. Untuk instalasi air limbah, misalnya, dia menyarankan minimal menggunakan tiga pelapis fiberglass. Harganya sebesar Rp 140.000 m². Sayangnya, Deddy enggan membocorkan omzet perusahaannya. “Saat ini kami tidak bisa mengatakannya,” ujar dia.

Tak hanya dari industri besar, menurut Yulianto, dewasa ini permintaan pelapis fiberglass makin diminati sebagai pengganti karpet pada talang air. Sebelumnya, karpet ini banyak dipakai melapisi talang air supaya tak bocor.

Biasanya penyedia jasa pelapisan melengkapi jasanya dengan garansi. “Maklum, konsumen saya kebanyakan dari pabrik-pabrik di seluruh Indonesia,” katanya. (peluangusaha.kontan.co.id)

Peluang Bisnis Kemitraan Kopi Original

Berbagai modifikasi rasa kopi saat ini sudah banyak beredar di pasaran. Namun, mungkin Anda sudah lupa bagaimana kopi rasa original alias rasa kopi asli?

Peluang inilah yang disasar Wesley Hermawan. Bersama rekannya, Yasa, dia mendirikan StreetBucks Coffee yang menawarkan kemitraan usaha kopi rasa original. “Peminat kopi murni belum tergarap optimal,” katanya.

Pasalnya, mayoritas penjual kopi, termasuk pemilik kemitraan atau waralaba kopi yang lain, selama ini lebih menonjolkan minuman kopi modifikasi dengan campuran berbagai varian rasa.

Terbukti, dengan target pasar penikmat kopi murni, penjualan StreetBucks Coffee semakin berkembang. Lihat saja, hingga kini StreetBucks Coffe telah mempunyai 10 mitra, yang tersebar di berbagai kota. Seperti Pati, Semarang, serta Balikpapan.

Wesley dan Yasa sendiri memiliki dua booth StreetBucks Coffee yang berlokasi di kota kelahiran usaha ini, yakni Pati, Kudus.

Jumlah kemitraan tersebut cukup fantastis, jika melongok usia StreetBucks Coffee, yang baru menawarkan usaha tersebut pada bulan April tahun ini. Menurut Wesley, keberhasilan StreetBucks itu ditopang oleh tawaran investasi yang tidak terlalu mahal.

Bila berminat, calon mitra yang ingin bergabung tinggal mengucurkan dana tak lebih dari Rp 5 juta. StreetBucks menawarkan tiga paket kemitraan booth masing-masing dengan nilai investasi sebesar Rp 4 juta, Rp 3,7 juta, dan Rp 3,4 juta. Dari tiap paket, mitra mendapatkan booth berjualan, media promosi, peralatan standar berjualan, bahan baku kopi, serta gelas plastik.

Untuk bahan baku kopi bubuk dan gelas plastik, Wesley memesan langsung dari pemasok di Surabaya. Sehingga, mitra tinggal menyiapkan lokasi berjualan.

Adapun soal lokasi usaha, StreetBucks Coffee mensyaratkan lokasi gerai berada di pusat belanja atau keramaian. “Resep pembuatan kopi nanti kami sertakan juga pada paket pengiriman booth,” imbuhnya.

Wesley menjamin pengerjaan booth dan persiapan peralatan milik mitra yang telah disetujui proposalnya, termasuk menyetor biaya kemitraan, cuma memakan waktu tak lebih dari tiga hari.
Setelah proses rampung, paket booth beserta peralatan dan resep segera dikirim pada si mitra.

Walaupun mengusung jenis kopi original, StreetBucks juga menawarkan berbagai varian kopi, yaitu capuccino, coffeemix dan kopi hitam.Mereka mematok harga jual kopi rasa originalnya minimal Rp 4.000 per gelas.

“Harga kopi tergantung dari lokasi mitra,” kata Wesley. Mitra yang berada di luar Jawa bisa menjual hingga Rp 8.000 per gelas, sedang mitra di Jawa, seperti Semarang, sebesar Rp 6.000 per gelas.

Meskipun harga tergantung dari lokasi usaha, penetapan harga jual harus mendapatkan lampu hijau dari pusat. “Jadi mitra konsultasi dulu dengan kami. Jangan sampai harga jualnya di atas rata-rata pasar, nanti mitra sendiri yang rugi,” paparnya.

Dengan harga jual Rp 5.000 per gelas, Wesley memperkirakan, mitra yang mampu menjual 45 gelas per hari akan mendapat omzet bulanan sebesar Rp 6,75 juta. Omzet itu nantinya dipotong ongkos produksi sebesar Rp 2,83 juta dan biaya operasional Rp 2,2 juta. Sehingga laba bersih sebulannya Rp 1,71 juta.

Dengan laba bersih sebesar itu, mitra dapat mencapai titik impas dalam waktu tiga bulan. Tentu, semuanya tergantung lokasi dan kemampuan penjualan mitra. “Kami menargetkan investasi mitra kembali tidak lebih dari enam bulan,” katanya.

Masih fokus di Jawa

Saat ini, StreetBucks Coffee masih fokus menggarap pasar di wilayah Jawa Tengah dan luar Jawa. Untuk pasar Jakarta, StreetBucks Coffee belum menawarkan paket kemitraannya. “Saat ini kami baru mempunyai master agen saja di Jakarta Pusat,” tandasnya.

Untuk lebih mempromosikan produknya, Wesley berencana bakal menjalin kerjasama dengan Hotel Griptha di kota Kudus. Ia akan memasok dan meracik kopi murni lokal, terutama untuk acara-acara rutin komunitas pecinta kopi hitam yang diselenggarakan pengelola hotel.

Namun, harga kopi yang dipasok oleh StreetBucks ke hotel akan lebih tinggi daripada harga biasa. Harga untuk acara itu berkisar Rp 12.000 hingga Rp 25.000 per gelas.

Memang, Hotel Griptha Kudus dianggap menjadi lokasi yang sesuai untuk promosi. Sebab, merupakan tempat menginap para pengusaha besar Kudus, termasuk keluarga dan afiliasi bisnisnya.

Sebelumnya, StreetBucks Coffee juga telah bekerjasama dengan operator telepon seluler CDMA bermerek Esia, untuk berpromosi. Dalam promosi itu, tiap pelanggan Esia dapat menikmati promo SMS beli dua gratis satu gelas kopi di StreetBucks Coffee. “Kerja sama seperti ini cukup membantu pengenalan merek kami,” ujar Wesley.

Tahun ini, StreetBucks Coffee juga akan mengikuti pameran di kota Surabaya dan Yogyakarta. Upaya ini untuk memperluas segmen pasar kopi rasa original. Terutama pada segmen murid sekolah, mahasiswa dan pelanggan rumahsakit.

Peluang Bisnis Perhiasan Kebaya Eksklusife

Mengenakan kebaya dipadu kain batik terasa kurang lengkap tanpa dibubuhi aksesori perhiasan. Karena itulah, permintaan perhiasan kebaya kian meningkat. Sedangkan seorang perajin perhiasan kebaya mengaku usahanya terbantu setelah batik kembali jadi tren sejak beberapa tahun ini.

Beberapa tahun terakhir, penggunaan kebaya kembali menjadi tren seiring meningkatnya pamor kain batik sebagai kekayaan budaya asli Indonesia. Maklum, kebaya memang sangat cocok dipadu dengan kain batik.

Namun, agar paduan tersebut lebih elok lagi, biasanya kaum hawa mengenakan berbagai aksesori pendukung. Beberapa aksesori yang kerap digunakan seperti bros, giwang, kalung dan gelang.

Kondisi inilah yang membuat peluang bisnis aksesori perhiasan untuk kebaya makin bersinar. Aziz Bakhtiar, seorang perajin perhiasan untuk kebaya dari Solo, Jawa Tengah, mengungkapkan, beberapa tahun terakhir ini permintaan aksesori kebaya terus meningkat. Pria ini sudah menekuni usaha pembuatan perhiasan kebaya sejak tiga tahun lalu. Dengan bahan baku tembaga dan kuningan, dia menciptakan berbagai perhiasan dengan sepuhan perak dan emas.

Awalnya Aziz menyasar kalangan menengah untuk produk perhiasan kebayanya. Sebulan, dia mampu memproduksi 5.000 unit perhiasan. Namun, lantaran pesaingnya makin banyak dan kerap terjadi penjiplakan model, dia mengubah pangsa pasar untuk masyarakat atas.

Otomatis, Azis harus menyesuaikan desain perhiasan dengan model kebaya yang lebih eksklusif, agar bisa diterima pasar kelas atas. Meski, kapasitas produksinya tak lagi sampai 5.000 unit sebulan, peluang pasarnya lebih besar ketimbang pasar di kalangan menengah.

Inspirasi desain perhiasan kebayanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari Jawa, Aziz membuat perhiasan kebaya khas Aceh, Lombok, hingga Sulawesi. Harga jualnya berkisar Rp 100.000-Rp 2 juta per potong. “Seluruh bahan baku berasal dari dalam negeri,” imbuhnya.

Rata-rata Aziz bisa menjual 500 hingga 1.000 unit perhiasan kebaya sebulan dengan omzet mencapai Rp 15 juta. Ia bisa meraih margin sekitar 20%. Mayoritas perhiasan itu dijualnya ke kota Jakarta, Surabaya dan Medan.

Adapun Fithria Qori, perajin perhiasan kebaya asal Sleman, Jawa Tengah, menciptakan berbagai perhiasan kebaya dalam satu set selain membuat perhiasan kebaya satuan. “Satu set itu berisi cincin, kalung, gelang, tusuk konde dan bros yang warnanya senada,” kata dia.

Untuk perhiasan kebaya satuan, harganya Rp 25.000-Rp 135.000 per unit. Harga satu set perhiasan kebaya berkisar Rp 250.000-Rp 300.000. Pasarnya di sekitar Bali, Aceh dan Jakarta. “Omzet saya sekitar Rp 15 juta dengan margin hingga 30%,” imbuhnya.

Menurut Fithria, perhiasan kebaya yang sedang tren saat ini berwarna tembaga lantaran terkesan lebih etnik. Permintaan banyak datang dari Bali dan Jakarta. “Pasar di Sumatera lebih suka perhiasan kebaya yang disepuh emas,” katanya. (peluangusaha.kontan.co.id)

Peluang Bisnis Tanaman Hias dan Pembuatan Taman

Saat ini sangat mudah menemukan sentra perdagangan tanaman hias di wilayah Jabodetabek. Persaingan ketat di usaha tanaman hias ini membuat beberapa pedagang tanaman hias mulai mencari akal agar dagangannya tetap laku. Caranya dengan membungkus penjualan tanaman sekaligus dengan jasa pembuatan taman.

rumah tidak akan terlihat indah jika tidak ditumbuhi tanaman di depan atau belakang rumah. Untuk membuat taman, pemilik rumah bisa menyewa ahli lansekap atau memakai jasa desainer taman.

Terkadang, karena tarifnya lumayan mahal, orang enggan menyewa para desainer taman. Apalagi, jika lahannya hanya seluas beberapa meter persegi.

Untuk taman sekecil itu memang tidak perlu menyewa jasa desainer taman. Para pedagang tanaman hias di Taman Sinawang, Sawangan, Bogor, bisa menanganinya.

Mereka menawarkan jasa pemasangan taman plus menyediakan tanaman hias untuk taman ukuran kecil hingga menengah. “Sebulan saya bisa menangani tiga hingga lima pemasangan taman ukuran kecil,” kata Agung Basuki, pemilik Sekarepdewek Nursery di sentra tanaman hias tersebut.

Dia memasang tarif lumayan rendah untuk jasanya, tapi tergantung dari ukuran, jenis tanaman dan kesulitan pembuatan. Dari pemasangan taman-taman kecil itu dia mendapat omzet Rp 15 juta-Rp 18 juta sebulan. “Keuntungan bersih semuanya sekitar Rp 500.000 per taman,” imbuhnya.

Pemilik Citra Nursery, Udin Samsudin, menimpali, mahal atau tidaknya pemasangan taman tergantung dari jenis tanaman yang dipilih. Kalau memilih tanaman mahal, otomatis harga paket pemasangan juga lebih tinggi. “Biasanya pembeli dan penjual menyusun rencana anggaran belanja terlebih dahulu,” katanya.

Menurut Udin, biasanya tanaman yang disusun dalam taman merupakan tanaman asal nursery yang bersangkutan. “Kalau tidak ada, si pedagang mencari di tempat lain di sentra ini juga,” katanya. Udin bisa memperoleh omzet antara Rp 8 juta hingga Rp 15 juta sebulan.

Bisnis pemasangan taman ini menguntungkan, baik bagi pedagang yang mendapatkan order atau pedagang lain di sekitarnya. Sebab, di Taman Sinawang, para pedagang memiliki stok tanaman tertentu yang lebih banyak dibandingkan dengan pedagang lain, alias punya spesialisasi tanaman masing-masing.

Untuk mengerjakan satu taman ukuran 50-100 m2, setidaknya membutuhkan dua tenaga kerja dengan waktu pengerjaan sekitar seminggu. Agar jasanya lebih banyak dipakai orang, sebagian pedagang tanaman hias Sawangan memasarkan jasanya melalui komunitas tanaman. Termasuk penyusunan kapling tempat penjualan dengan konsep taman, sehingga terlihat lebih menarik.

“Ada juga promosi ke kompleks perumahan,” kata Udin. Dia dan Agung sepakat, booming tanaman hias mulai surut. Hal itu bisa dilihat dari penghasilan yang mereka peroleh menurun lebih separuh dari tahun-tahun sebelumnya. “Dulu omzetnya bisa Rp 15 juta sebulan, tapi dalam enam bulan ini turun hingga setengahnya,” kata Udin.

Agung mengatakan, meski dari sisi rupiah turun, dilihat dari kuantitas penjualan tanaman terjadi kenaikan. “Kenaikan jumlah tanaman yang dijual bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan ketika belum booming tanaman hias sekitar tahun 2002-2003 lalu,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini konsumen lebih banyak mencari tanaman hias yang harganya murah. Seperti tanaman-tanaman hias dengan harga kurang dari Rp 50.000 per pot. (peluangusaha.kontan.co.id)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.