Beranda > Peluang Bisnis > Peluang Bisnis Kemitraan Pempek

Peluang Bisnis Kemitraan Pempek

Pempek memang identik dengan Palembang. Sebab, panganan yang gurih ini memang berasal dari daerah Sumatera Selatan. Namun, kini pempek bisa kita temui hampir di semua daerah di Indonesia. Ya, layaknya makanan tradisional Indonesia yang lain, seperti gudeg yogya dan tahu sumedang, pempek juga digemari masyarakat berbagai suku.

Potensi kuliner Nusantara dengan berbagai keunikan inilah yang dibidik Kemas Firmansyah, dengan menawarkan kemitraan usaha bertajuk Pempek Wongkito 19.

Kemas melihat makanan khas Palembang ini telah menjadi primadona selama bertahun-tahun. Campuran rasa gurih ikan tengiri dengan dan rasa kuah cuka yang asam pedas dan manis membuat makanan ini cukup potensial sebagai mata pencaharian.

Oleh karena itu, sejak 2008 lalu Kemas mulai membangun bisnis Pempek Wongkito 19. Dia menaruh harapan besar menjadikan usaha ini sebagai ladang keuntungan bagi diri dan mitranya.

Dalam dua tahun perjalanannya, Pempek Wongkito 19 sudah mempunyai 20 mitra dengan total gerai mencapai 24 gerai. Dari total 24 gerai tersebut, sebanyak 23 gerai berada di Jakarta dan satu gerai lainnya berlokasi di Kalimantan, yang merupakan gerai miliknya sendiri.

“Akhir bulan ini akan dibuka dua gerai baru di Yogyakarta,” kata Kemas, yang asli dari Palembang ini. Ia menargetkan pada akhir tahun ini jumlah gerai Pempek Wongkito 19 bisa mencapai 50 gerai, dan bertambah menjadi 100 gerai pada tahun depan.

Sebanyak 23 gerai Pempek Wongkito tersebar di seantero Jakarta. Mulai dari Cikini, Cempaka Putih, hingga Halim Perdanakusuma. Menurut Kemas, pemilihan tempat usaha menjadi hal penting. Tempat yang strategis akan menjadi salah satu penentu kesuksesan, selain promosi dan citarasa makanan.

Untuk itu, Kemas selalu merekomendasikan para mitranya membuka gerai di daerah yang ramai. Seperti di depan minimarket atau di area fasilitas umum, yaitu terminal, stasiun atau mal.

Kepada yang berminat membuka gerai Pempek Wongkito 19, Kemas menawarkan paket investasi sebesar Rp 6 juta. Dana ini untuk membeli semua peralatan masak-memasak. Kemas juga menarik tambahan pembayaran sebesar Rp 1,5 juta sebagaiĀ deposit untuk menebus produk pempek. Dengan begitu, total paket investasi awal sebesar Rp 7,5 juta.

Agar mitra cepat mapan dan mampu berproduksi sendiri, Kemas membebaskan mitranya dari membayar uang royalti dan uang tahunan. “Mitra yang bergabung akan memperoleh bahan baku jadi, sehingga hanya tinggal menggoreng saja,” imbuhnya.

Meskipun calon mitra bebas memilih tempat usahanya, Kemas membagi investasinya dalam tiga tipe gerai. Yaitu Mini Outlet dengan estimasi sewa Rp 6 juta, Bisnis Outlet dengan sewa Rp 18 juta, dan Diamond Outlet dengan estimasi harga sewa Rp 60 juta.

Ada tujuh jenis pempek yang ditawarkan Wongkito. Yaitu kapal selam, lenjer, bulat, kulit ikan, pistel, telur kecil, dan keriting. Ketujuh jenis tersebut mempunyai dua ukuran besar dan kecil. Harga pempek ukuran besar Rp 8.000 per potong, sedangkan untuk ukuran kecil sebesar Rp 3.500 per potong.

Dengan harga sebesar itu, keuntungan yang didapat mitra Rp 3.000 untuk ukuran besar dan Rp 1.500 untuk ukuran kecil. “Modal membeli bahan baku pempek ukuran besar Rp 5.000 dan kecil Rp 2.000,” katanya.

Cepat balik modal

Menurut hitungan Kemas, jika rata-rata penjualan pempek sebanyak 30 potong ukuran besar dan 15 potong ukuran kecil per hari, maka omzet sebuah gerai mencapai
Rp 8,87 juta per bulan. Jika mitra memilih gerai kecil, modalnya bisa kembali di bulan keempat sejak beroperasi. Bahkan, bisa lebih cepat jika penjualan yang didapat lebih besar.

Hitungan Kemas ini dibuktikan oleh Nora Tella Olivia. Nora, yang pada awalnya adalah pelanggan pempek Wongkito, menjadi salah satu mitra dan membuka gerai Pempek Wongkito 19 di Halim Perdanakusuma sejak setahun lalu.

Rasa pempek yang khas dan enak membuatnya memutuskan menjadi mitra. “Saya yakin pempek tersebut akan laris manis karena rasanya tidak mengecewakan,” kata Nora. Keputusannya tak salah. Hanya dalam waktu tiga bulan, investasinya sudah kembali, sehingga saat ini sudah tinggal menikmati untung.

Selain pembeli perorangan, Nora mengaku, pelanggannya berasal dari perusahaan-perusahaan yang ada di dekat gerainya. “Saya pernah menjual sampai 1.000 potong pempek dalam sehari,” katanya. Meski tidak selalu menjual dalam jumlah banyak, menurut Nora, dalam sebulan omzetnya tidak pernah kurang dari Rp 6 juta.

Dengan cepatnya modal kembali, Kemas berpromosi, prospek bisnis pempek Wongkito 19 sangat menjanjikan. Apalagi pempek merupakan produk kuliner unik.

Meskipun saat ini terdapat ratusan merek pempek di seluruh Indonesia, antara merek yang satu dan yang lainnya memiliki karakteristik rasa yang berbeda. Alhasil, pelanggannya pun berbeda. (peluangusaha.kontan.co.id)

About these ads
  1. Yani
    Oktober 25, 2011 pukul 9:36 pm | #1

    kita jualnya per biji berapa? apa di bekasi sdh ada outetnya? boleh dong minta no telfonnya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: